Parlemen Inggris Pertimbangkan Referendum Baru Brexit

CNN Indonesia | Sabtu, 13/04/2019 01:50 WIB
Parlemen Inggris Pertimbangkan Referendum Baru Brexit Menkeu Inggris, Philip Hammond, mengatakan parlemen Inggris sedang mempertimbangkan menggelar referendum baru soal Brexit. (Reuters/Neil Hall)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Inggris, Philip Hammond, mengatakan bahwa parlemen Inggris sedang mempertimbangkan untuk menggelar referendum baru soal Brexit atau proses negara itu keluar dari Uni Eropa.

"Ini adalah usulan yang dapat, dan berdasarkan semua bukti, sangat mungkin diajukan dalam parlemen pada satu titik," ujar Hammond sebagaimana dikutip Reuters.
Hammond mengatakan bahwa gagasan itu memang bergulir sebagai salah satu alternatif yang dipertimbangkan dalam kesepakatan Perdana Menteri Theresa May.

Namun, Hammond memastikan bahwa pemerintahan May akan memperjuangkan agar tak ada referendum lagi.


"Sikap pemerintah tak akan berubah. Pemerintah menolak referendum lanjutan dan oleh karena itu, kami tidak akan mendukungnya," ucapnya.
Meski demikian, sejumlah anggota parlemen dari partai oposisi kini mulai mendesak pemimpin mereka, Jeremy Corbyn, untuk memasukkan agenda referendum baru dalam pembicaraan dengan pemerintah.

Menurut Hammond, jika memang harus ada referendum baru, persiapannya akan memakan waktu hingga enam bulan.

[Gambas:Video CNN]

Dengan demikian, waktu referendum akan berkejaran dengan tenggat Brexit yang baru dengan Uni Eropa, yaitu pada 31 Oktober.

Perbincangan ini menambah rumit proses negosiasi Brexit. Selama ini, kubu pemerintah dan oposisi di Inggris masih belum mendapatkan titik temu kesepakatan yang harus dicapai dengan Uni Eropa sebelum Inggris hengkang.

May ingin Inggris tetap memiliki hubungan dagang dengan Uni Eropa, sementara pihak oposisi mendesak agar negara mereka benar-benar memutus hubungan dengan blok tersebut.

Jika referendum baru benar-benar digelar, rakyat Inggris akan kembali memilih ingin keluar dari Uni Eropa atau tidak. (has/has)