Pembatalan ini dilakukan untuk menjaga kepercayaan pelanggan dan tim mereka terhadap layanan maskapai itu. Mereka ingin memberi waktu agar keandalan pesawat besutan Boeing tersebut telah teruji agar insiden yang menimpa Ethiopian Airlines dan Lion Air terulang.
Meski demikian, mereka yakin 737 MAX akan disertifikasi ulang sebelum 19 Agustus, seperti diungkap dalam sebuah surat kepada karyawan dan pelanggan yang ditulis oleh Kepala Eksekutif perusahaan, Doug Parker dan Presiden Robert Isom.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
American Airlines saat ini memiliki 24 jet MAX dan sedang menunggu pengiriman 16 jet lainnya tahun ini. Sebelumnya, Maskapai Garuda Indonesia telah membatalkan pesanan 50 pesawat MAX kepada Boeing.
Saat ini, Boeing yang berbasis di Chicago, AS, telah memperbarui perangkat lunak untuk sistem anti-jatuh mereka yang diduga menjadi salah satu penyebab jatuhnya pesawat. Pembaruan itu dilakukan di bawah pengawasan ketat setelah terjadinya dua kecelakaan itu. Namun, mereka masih harus mensertifikasi ulang pesawat yang sudah diperbarui perangkat lunaknya.
Parker dan Isom mengatakan mereka "percaya diri" dalam pembaruan peranti lunak yang akan datang Boeing dan proposal pelatihan baru, dan tetap berhubungan terus menerus dengan otoritas regulasi selama proses sertifikasi ulang MAX.
Setelah pesawat selesai disertifikasi ulang, para eksekutif American Airlines berharap bisa segera menggunakan lagi pesawat MAX sebagai pesawat cadangan untuk menambah operasional yang tinggi selama musim panas. (afp/eks)