Soal Boeing, American Airlines Setop 115 Penerbangan Per Hari

CNN Indonesia | Senin, 15/04/2019 10:01 WIB
Soal Boeing, American Airlines Setop 115 Penerbangan Per Hari Ilustrasi. (Reuters/Jim Young/Files)
Jakarta, CNN Indonesia -- American Airlines terpaksa membatalkan 115 penerbangan setiap hari karena maskapai tersebut memperpanjang larangan penggunaan pesawat Boeing 737 MAX 8.

"Semua 115 penerbangan ini mewakili sekitar 1,5 persen penerbangan di Amerika secara keseluruhan setiap hari pada musim panas ini," ujar CEO American Airlines, Doug Parker, sebagaimana dikutip AFP.
Parker mengatakan bahwa American Airlines awalnya menetapkan larangan tersebut berlaku hingga 5 Juni.

Namun, mereka memutuskan untuk memperpanjang larangan tersebut hingga 19 Agustus mendatang, sembari menunggu hasil penyelidikan terhadap jenis pesawat yang mengalami dua kecelakaan mematikan itu.


Melihat kepentingan besar dalam penerbangan pesawat Boeing 737 MAX 8 mereka, Parker yakin penyelidikan bakal rampung sebelum larangan berakhir.

"Berdasarkan kerja sama kami dengan Badan Penerbangan Federal (FAA) dan Boeing, kami sangat yakin MAX akan disertifikasi sebelum larangan berakhir," tutur Parker.
Parker mengaku menaruh harapan besar dalam penyelidikan ini karena American Airlines membutuhkan jumlah pesawat yang optimal menghadapi periode liburan pada musim panas nanti.

"Saat MAX sudah dapat kembali beroperasi, kami akan menggunakan kembali pesawat MAX kami untuk menunjang operasi yang dibutuhkan selama musim panas," ucap Parker.

Sertifikasi pesawat Boeing 737 MAX 8 dibatalkan sementara di tengah desakan berbagai pihak karena armada tersebut terlibat dua kecelakaan mematikan dalam kurun waktu lima bulan.

[Gambas:Video CNN]

Kecelakaan terbaru terjadi di pada Minggu (10/3), ketika pesawat Boeing 737 MAX 8 milik Ethiopian Airlines jatuh tak lama setelah lepas landas dari Addis Ababa, menewaskan 157 orang di dalamnya.

Beberapa bulan sebelumnya, tepatnya Oktober 2018, pesawat jenis sama yang digunakan dalam penerbangan Lion Air JT610 jatuh di Laut Jawa dan menewaskan 189 penumpang dan awak yang dibawa. (has/has)