Malaysia Protes Masuk Daftar Negara Rawan Penculikan AS

CNN Indonesia | Senin, 15/04/2019 11:37 WIB
Malaysia Protes Masuk Daftar Negara Rawan Penculikan AS Ilustrasi. (AFP Photo/Mohd Rasfan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Malaysia melayangkan protes keras terhadap Amerika Serikat karena memasukkan negara mereka dalam daftar "K", yaitu daerah-daerah yang rawan penculikan atau penyanderaan.

"Kementerian Luar Negeri protes keras keputusan pemerintah AS untuk memasukkan nama Malaysia dalam daftar indikasi 'K' yang baru," demikian pernyataan Kemlu Malaysia yang dikutip kantor berita Bernama, Minggu (14/4).
Malaysia mulai dimasukkan ke dalam daftar K pada 9 April lalu. Melalui satu imbauan perjalanan, AS meminta warganya berhati-hati jika berencana pergi ke Sabah karena rawan penculikan.

"Ada ancaman penculikan demi tebusan, baik dari teroris maupun kelompok-kelompok kriminal lainnya," demikian bunyi peringatan tersebut.


"Kelompok itu mungkin menyerang secara tiba-tiba, menyasar resor-resor pesisir, resor di pulau-pulau, dan kapal yang membawa turis ke pulau-pulau resor."
Setelah peringatan ini dirilis, Malaysia langsung menyatakan bakal memanggil duta besar AS "untuk meminta klarifikasi" terkait peringatan tersebut.

Menurut Kemlu Malaysia, imbauan perjalanan itu tidak objektif dan tak menggambarkan realita di lapangan, terutama terkait situasi keamanan di timur Sabah yang mereka klaim aman bagi turis.

"Ini terlihat dari fakta bahwa jumlah kedatangan turis ke Sabah meninggal 5,5 persen, hingga mencapai 3,85 miliar tahun lalu," tulis Kemlu Malaysia.

"Lebih jauh, jumlah insiden penculikan juga menurun signifikan hingga hampir nol. Sabah Timur terus menarik perhatian para penyelam kelas dunia."
Kemlu Malaysia menjelaskan bahwa kemajuan ini dapat terjadi berkat berbagai upaya pengamanan, termasuk patroli terkoordinasi dengan Filipina dan Indonesia.

"Melihat fakta-fakta tersebut, Malaysia mendesak AS untuk lebih objektif dalam penilaiannya. Kami mendesak AS segera menarik Malaysia dari daftar K," tulis Kemlu Malaysia. (has/has)