Taiwan Sebut Tak Terintimidasi Latihan Militer China

CNN Indonesia | Selasa, 16/04/2019 17:18 WIB
Taiwan Sebut Tak Terintimidasi Latihan Militer China Presiden Tsai Ing-wen menegaskan Taiwan tak merasa terintimidasi oleh latihan militer yang digelar China baru-baru ini di sekitar Selat Taiwan. (Reuters/Fabian Hamacher)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Tsai Ing-wen menegaskan Taiwan tak merasa terintimidasi oleh latihan militer yang digelar China baru-baru ini di sekitar Selat Taiwan.

"Aksi-aksi (China) itu hanya memperkuat tekad kami. Pasukan militer kami memiliki kapasitas, tekad, dan komitmen untuk membela Taiwan dan tidak membiarkan suatu paksaan mempengaruhi penentuan masa depan kami sendiri," ujar Tsai dalam perayaan hubungan Taiwan-Amerika Serikat pada Senin (15/5).

Meski begitu, Tsai mengakui manuver China tersebut mengancam stabilitas Taiwan dan negara lainnya di kawasan.


"Angkatan bersenjata China kemarin mengerahkan sejumlah besar pesawat dan kapal militernya ke perairan di sekitar wilayah kami. Tindakan mereka itu mengancam Taiwan dan negara lain yang berpikiran serupa dengan kawasan itu," kata Tsai.
Pernyataan itu diutarakan Tsai sehari setelah Tentara Pembebasan Rakyat China mengerahkan kapal perang, kapal pengebom, hingga pesawat pengintai di perairan tersebut untuk sebuah latihan militer. Militer China menganggap latihan itu sebagai sebuah rutinitas "yang perlu" dilakukan di Taiwan.

Surat kabar militer China menyatakan latihan itu bertujuan mempraktikkan "serangan gabungan angkatan bersenjata", termasuk aksi membajak pesawat secara elektronik dengan perlindungan jet tempur.

Koran itu menggambarkan sejumlah kapal pengebom China melontarkan tembakan dan "serangan mendadak" ke arah Taiwan yang selama ini dianggap Beijing sebagai pembangkang karena ingin memerdekakan diri. Sementara itu, kapal perang China disiagakan dalam posisi siap serang. 
Harian itu juga mengutip seorang perwakilan militer China yang menyebut bahwa latihan seperti itu rutin diadakan setiap tahun dan "sepenuhnya sesuai hak-hak hukum normal negara yang berdaulat."

Tak tinggal diam, Taiwan segera mengerahkan jet dan kapal militernya untuk memantau aktivitas militer China tersebut. Kementerian Pertahanan Taiwan menuduh Beijing "berusaha mengubah status quo Selat Taiwan" dengan manuver itu.

Sebagai rival China sekaligus sekutu Taiwan, AS turut mengecam latihan militer tersebut yang dianggap sebagai sebuah "koersi" dan ancaman terhadap stabilitas regional.

[Gambas:Video CNN]

Mantan ketua Dewan Perwakilan AS, Paul Ryan, mengatakan Washington selalu menganggap serius setiap ancaman militer yang dihadapi Taiwan. Ia pun mendesak China untuk menghentikan manuver yang kontra-produktif tersebut.

"Saya mendesak Beijing untuk memilih jalan damai dan saling menghormati dengan melanjutkan dialog bersama pemerintah Taiwan yang terpilih secara demokratis," kata Ryan yang turut hadir dalam acara peringatan tersebut.

Dikutip Reuters, AS dan Taiwan tidak memiliki hubungan formal. Namun, berdasarkan perjanjian Taiwan Relation Act, Washington berkewajiban secara hukum memberikan asistensi dalam bentuk penjualan senjata demi membantu Taipei mempertahankan diri.

Relasi China dan Taiwan terus memburuk sejak Tsai menjabat sebagai presiden. Beijing menuduh Tsai berusaha mendeklarasikan kemerdekaan Taiwan secara resmi.

Sejak Tsai berkuasa, Taiwan memang terus mendekatkan diri dan menjalin hubungan dengan sejumlah negara, seperti AS. (rds/has)