Yayasan Prancis Buka Sumbangan Renovasi Gereja Notre-Dame

CNN Indonesia | Selasa, 16/04/2019 16:03 WIB
Yayasan Prancis Buka Sumbangan Renovasi Gereja Notre-Dame Ilustrasi kebakaran di Gereja Notre-Dame, Paris, Prancis. (REUTERS/Philippe Wojazer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kebakaran Gereja Notre-Dame di Kota ParisPrancis membuat bangunan berusia 8 abad itu rusak berat. Lembaga nirlaba setempat, Fondation du patrimoine, menyatakan akan membuka sumbangan dari seluruh warga untuk membantu membangun kembali katedral itu.

"Karena sejumlah permintaan, kami akan menampung sumbangan bagi seluruh warga Prancis," kata Wakil Wali Kota Paris, Anne Le Breton, seperti dilansir AFP, Selasa (16/4).
Jika dipugar, prosesnya kemungkinan akan memakan waktu cukup lama. Sebab hampir seluruh atap yang terbuat dari kayu hangus dilahap si jago merah.

"Kemungkinan prosesnya bertahun-tahun," kata Kepala Konferensi Uskup Seluruh Prancis, Eric de Moulins-Beaufort.


Pemerintah Kota Paris mengerahkan 400 petugas dan 18 unit truk pemadam kebakaran untuk menjinakkan si jago merah. Namun, akibat api yang terus menjalar menyebabkan atap gereja berbahan kayu dan berusia 850 tahun itu runtuh.
Api mulai terlihat menyala dari atap katedral sekitar pukul 18.50 waktu lokal. Sejak itu, api terus membesar dan menyebar di puncak menara gereja yang rampung dibangun pada 1260 itu.

Api berhasil dipadamkan yakni sekitar pukul 23.00 WIB waktu setempat. Sampai saat ini, penyelidik khusus belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran.

Miliarder Prancis, Francois-Henri Pinault, menyatakan akan menyumbangkan US$113 juta (sekitar Rp1,5 triliun) untuk merenovasi katedral itu.

[Gambas:Video CNN] (ayp/ayp)