Media Asing Soroti Klaim Kemenangan Prabowo di Pilpres 2019

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Jumat, 19/04/2019 16:43 WIB
Media Asing Soroti Klaim Kemenangan Prabowo di Pilpres 2019 Klaim kemenangan dari calon presiden Prabowo Subianto mendapat sorotan dari sejumlah media luar negeri. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah media internasional menyoroti deklarasi kemenangan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, meski hasil penghitungan nyata (real count) dari penyelenggara pemilu menyatakan sang rival sekaligus petahana, Joko Widodo, sementara masih unggul suara.

Surat kabar asal Inggris, The Guardian, mewartakan bahwa Prabowo mengklaim memenangkan Pilpres 2019 meski hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei dia dan pasangannya, Sandiaga Uno, kalah suara dari Jokowi dan Ma'ruf Amin.


The Guardian
turut mengutip pidato kemenangan Prabowo mengenai janjinya untuk menjadi presiden bagi semua kalangan. 




Koran asal Singapura seperti The Straits Times dan portal berita Channel NewsAsia memberitakan hal serupa.

Dalam artikelnya berjudul "Prabowo Subianto Claims Victory With His Team's 'Real Count'", The Straits Times memaparkan bahwa Prabowo juga memperdebatkan hasil hitung cepat yang menyatakan dirinya kalah suara dari Jokowi.



Selain itu, portal berita asal Qatar, Al Jazeera, situs berita The South China Morning Post serta ABC News yang berbasis di Australia juga memberitakan hal yang sama.



Prabowo dan Sandi terus menjadi sorotan lantaran keduanya mendeklarasikan kemenangan di Pilpres 2019 sebanyak tiga kali, padahal hasil rekapitulasi penghitungan suara masih berlangsung.

Mantan Danjen Kopassus itu mengklaim kemenangannya berdasarkan hasil hitung cepat tim internalnya, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.


"Pada hari ini saya Prabowo Subianto menyatakan bahwa saya dan saudara Sandi mendeklarasikan kemenangan presiden dan wakil presiden tahun 2019-2024 berdasarkan perhitungan lebih dari 62 persen dan C1 yang telah kami rekapitulasi," kata Prabowo di Kartanegara, Kebayoran Baru, Kamis (18/4).

Prabowo mengatakan sengaja mendeklarasikan kemenangannya lebih cepat karena mengklaim punya bukti bahwa telah terjadi berbagai ragam kecurangan di sejumlah kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Hasil penghitungan internal BPN ini bertolak belakang dengan quick count sejumlah lembaga survei.


Dari hasil quick count enam lembaga survei yang dipantau oleh CNNIndonesia.com seperti Litbang Kompas, Indo Barometer, LSI Denny JA, Median, Kedai Kopi dan CSIS, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin unggul dari Prabowo-Sandi dengan angka rata-rata di atas 54 persen.

Sementara itu, real count sementara di situs KPU yang dilihat per Jumat (19/4) pukul 14.30 WIB sebanyak 18.640 dari 813.350 TPS atau 2,2976 persen, pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin unggul dengan 55,20 persen. Sedangkan Prabowo-Sandi mendapat 44,80 persen.

[Gambas:Video CNN] (rds/wis)