Eks Marinir AS Ditangkap Diduga Ikut Serbu Kedubes Korut

CNN Indonesia | Sabtu, 20/04/2019 22:11 WIB
Eks Marinir AS Ditangkap Diduga Ikut Serbu Kedubes Korut Ilustrasi bendera Korea Utara. (REUTERS/Denis Balibouse)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aparat keamanan Amerika Serikat pada Kamis (19/4) lalu menangkap seorang mantan Marinir, yang diduga terlibat dalam penyerbuan terhadap Kedutaan Besar Korea Utara di Spanyol. Peristiwa itu terjadi pada Februari lalu, dan diduga sekelompok orang itu mencuri perangkat elektronik.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (20/4), mantan Marinir yang ditangkap itu bernama Christopher Ahn. Atas tindakannya tersebut, Ahn pun disebutkan bakal dibawa ke meja hijau di pengadilan Los Angeles, Amerika Serikat.

Saat dikonfirmasi, Kementerian Hukum AS menolak memberikan komentar.


Sebelumnya, sebuah organisasi berjuluk Cheollima Civil Defense (CCD) mengaku bertanggung jawab atas penyerangan terhadap kedutaan besar Korea Utara di Madrid, Spanyol, pada 22 Februari lalu.

Dalam peristiwa itu sejumlah staf kedutaan besar Korut disekap dan pelaku mencuri sejumlah barang seperti komputer. Para penyusup dilaporkan kabur menggunakan kendaraan mewah.


Melalui situsnya, CCD mengatakan kelompoknya telah berbagi informasi yang diperoleh hasil penyusupan dengan Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI). Kelompok yang pernah mendeklarasikan diri sebagai pemerintah tandingan Korut itu menganggap informasi-informasi tersebut "bernilai besar".

CCD juga mengatakan mereka berbagi informasi dengan FBI "berdasarkan ketentuan kerahasiaan yang disepakati bersama" yang tampaknya "telah dilanggar".

CCD membenarkan serangannya terhadap kedutaan Korut. Mereka menyebutkan fasilitas diplomatik Korut cuma kedok untuk menyamarkan sejumlah kegiatan ilegal.

CCD juga menegaskan "tidak ada pemerintah lain" yang mengetahui serangan itu sampai benar-benar terjadi. Pernyataan itu diutarakan menyusul tudingan media Spanyol ada dugaan keterlibatan Agensi Intelijen Pusat AS (CIA) dalam peristiwa itu.

Meski pengakuan CCD ini belum bisa dikonfirmasi, kelompok itu mengaku memegang bukti kuat yang dapat memverifikasi pernyataan mereka.

Klaim CCD itu muncul setelah hakim Spanyol mencabut perintah kerahasiaan dalam kasus ini. Hakim Jose de la Mata mengatakan bukti dari berbagai kejahatan telah ditemukan, termasuk pelanggaran, ancaman, penahanan ilegal, dan pencurian yang dilakukan 'organisasi kriminal'.

Sejauh ini seorang warga Amerika Serikat, Meksiko, dan Korea Selatan dituduh berpartisipasi dalam serangan misterius yang disebut dilakukan setidaknya oleh 10 orang itu.

(ayp/kid)