Inggris Ikut Berduka Atas Bom Paskah Sri Lanka

CNN Indonesia | Minggu, 21/04/2019 16:36 WIB
Inggris Ikut Berduka Atas Bom Paskah Sri Lanka Pemerintah Inggris ikut berduka dengan bom yang terjadi di Sri Lanka bertepatan dengan Paskah, dan menyebut teror itu mengerikan dan keji. (REUTERS/Dinuka Liyanawatte)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Inggris Theresa May mengutuk serangkaian serangan ledakan yang terjadi di sejumlah gereja dan hotel Sri Lanka, Minggu (21/4) pagi yang bertepatan dengan puncak perayaan Paskah.

"Tindakan kekerasan terhadap sejumlah gereja dan hotel di Sri Lanka benar-benar mengerikan, dan simpati terdalam saya bagi semua yang terkena dampak pada momen tragis ini," kata May melalui unggahan di Twitter.

"Kita harus berdiri bersama untuk memastikan bahwa tidak ada yang harus menjalankan keyakinan mereka dalam ketakutan," lanjutnya.


Dalam pesan Paskah yang ia umumkan beberapa jam sebelum ledakan terjadi di Sri Lanka, May menawarkan dukungannya kepada umat Kristiani di seluruh dunia yang menghadapi "bahaya besar" karena kepercayaan mereka.


May mengatakan dirinya akan menghabiskan momen Paskah dengan "bersyukur di gereja", namun "untuk banyak umat Kristiani di seluruh dunia, hanya iman bisa membawa bahaya besar,"

"Gereja telah diserang. Umat Kristen dibunuh. Keluarga terpaksa meninggalkan rumah mereka. Inilah mengapa pemerintah telah meluncurkan sebuah kajian global tentang penganiayaan terhadap umat Kristiani," kata May.

"Kita harus membela hak setiap orang, apa pun agama mereka, untuk menjalankan keyakinan mereka dana perdamaian," lanjutnya.

Serangkaian ledakan terjadi nyaris bersamaan di sejumlah gereja dan hotel di penjuru Sri Lanka, bertepatan dengan umat Kristiani memenuhi gereja untuk menjalankan Paskah. Ratusan orang meninggal akibat teror ini.


Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt menyebut serangan di negara bekas jajahan Inggris tersebut sebagai tindakan keji.

"Saya amat terkejut dan sedih dengan serangan mengerikan terhadap gereja dan hotel di Sri Lanka," katanya dalam unggahan di Twitter.

"Menargetkan mereka yang berkumpul untuk beribadah pada hari Minggu Paskah sangat keji. Doa saya bersama para korban dan keluarga mereka dan dengan mereka yang membantu dalam penanganan." katanya.

[Gambas:Video CNN] (AFP/end)