Saudara PM Bangladesh Tewas dalam Serangan Bom Sri Lanka

CNN Indonesia | Selasa, 23/04/2019 19:27 WIB
Saudara PM Bangladesh Tewas dalam Serangan Bom Sri Lanka Seorang saudara Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina, turut menjadi korban yang tewas dalam serangan bom di Sri Lanka saat perayaan Paskah, Minggu (21/4). (AFP Photo/Munir Uz Zaman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang saudara Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina, turut menjadi korban yang tewas dalam serangan bom beruntun di Sri Lanka saat perayaan Hari Paskah, Minggu (21/4).

Zayan Chowdhury, cucu dari sepupu Hasina, Sheikh Fazlul Karim Selim, menjadi salah satu korban tewas dalam serangan bom di salah satu hotel di Kolombo.

Saat ledakan terjadi, Zayan disebut tengah menyatap sarapan bersama sang ayah, Mashiul Haque Chowdhury, di restoran hotel.


Mengutip Dhaka Tribune, seorang anggota keluarga menuturkan Mashiul kini masih berada di rumah sakit dengan kondisi kritis.
Zayan merupakan satu dari sedikitnya 321 korban tewas dalam serangan bom paling mematikan selama satu dekade terakhir itu. Sedikitnya 500 orang juga terluka dalam tragedi tersebut.

Selain sepupu Hasina, keponakannya bernama Tulip Siddiq, juga mengaku kehilangan kerabat dalam serangan bom tersebut.

"Saya kehilangan seorang kerabat hari ini dalam serangan di Sri Lanka. Semua ini benar-benar menghancurkan hati. Semoga semua orang tetap aman. Solidaritas bersama seluruh rakyat Sri Lanka," kata Siddiq melalui Twitter.



Delapan serangan bom itu terjadi secara terpisah di tiga kota, yakni Kolombo, Negombo, dan Baticaloa. Empat hotel, tiga gereja, dan sebuah rumah menjadi target serangan itu.

Hingga saat ini, kepolisian telah menahan 40 orang terkait serangan bom itu. Meski begitu, kepolisian tidak menjelaskan detail waktu penahanan dan identitas para tersangka.

[Gambas:Video CNN]

Walau belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab, pemerintah Sri Lanka meyakini serangan tu dilakukan oleh kelompok ekstremis lokal, Jemaah Tauhid Nasional (NTJ).

Pemerintah Sri Lanka juga masih menyelidiki kemungkinan hubungan NTJ dengan organisasi internasional. (rds/has)