Sri Lanka Sebut Bom Paskah Bentuk Balasan Teror Christchurch

CNN Indonesia | Selasa, 23/04/2019 16:30 WIB
Sri Lanka Sebut Bom Paskah Bentuk Balasan Teror Christchurch Sri Lanka menyatakan delapan serangan bom saat perayaan Hari Paskah merupakan balasan atas penembakan massal di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru. (Reuters/Stringer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sri Lanka menyatakan delapan serangan bom beruntun saat perayaan Hari Paskah pada Minggu (21/4) merupakan balasan atas penembakan massal di dua masjid Kota Christchurch, Selandia Baru, pada Maret lalu.

"Investigasi awal mengungkapkan bahwa apa yang terjadi di Sri Lanka adalah pembalasan atas serangan teror terhadap umat Muslim di Christchurch," ucap Menteri Pertahanan Sri Lanka, Ruwan Wijewardene, di hadapan parlemen, Selasa (23/4).
Setidaknya 50 orang tewas dalam penembakan di dua masjid Kota Chrischurch pada 15 Maret lalu. Penembakan terjadi ketika jemaah masjid tengah melakukan ibadah salat Jumat.

Sementara itu, delapan serangan bom pada Minggu (21/4) kemarin terjadi di tiga kota secara terpisah di tiga kota, yakni Kolombo, Negombo, dan Baticaloa.


Empat hotel, tiga gereja, dan sebuah rumah menjadi target serangan paling mematikan selama satu dekade terakhir itu.
Empat bom pertama meledak sekitar pukul 08.45 waktu lokal di empat lokasi berbeda, yakni Hotel Shangri-La di pusat Kota Kolombo, Hotel Kingsbury, Gereja St Anthony di Kochchikade, dan Gereja Katolik St. Sebastian di Negombo.

Berselang lima menit, bom lainnya menerjang Hotel The Cinnamon Grand. Sekitar pukul 09.05, ledakan keenam terjadi di Gereja Katolik Zion Roman di Batticaloa.

Ledakan ketujuh terjadi di New Tropical Inn sekitar pukul 13.45 waktu lokal. Penginapan itu berdekatan dengan kebun binatang nasional Sri Lanka.
Bom terakhir meledak di sebuah rumah di Dematagoda, Kolombo, saat razia polisi berlangsung. Tiga aparat keamanan dilaporkan tewas dalam ledakan itu.

Ledakan kembali terjadi di dekat Gereja St. Anthony pada Senin (22/4) sore. Saksi Reuters melaporkan ledakan terjadi saat tim penjinak (STF) melucuti bom yang disimpan di dalam sebuah mobil yang terparkir di dekat gereja.

Sampai saat ini, kepolisian Sri Lanka mengatakan sebanyak 310 orang tewas akiban insiden beruntun itu, sementara 500 lainnya luka-luka.

[Gambas:Video CNN]

Hingga saat ini, kepolisian telah menahan 40 orang terkait serangan bom itu. Meski begitu, kepolisian tidak menjelaskan detail waktu penahanan dan identitas para tersangka.

Walau belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab, pemerintah Sri Lanka meyakini serangan tu dilakukan oleh kelompok ekstremis lokal, Jemaah Tauhid Nasional (NTJ).

Pemerintah Sri Lanka juga masih menyelidiki kemungkinan hubungan NTJ dengan organisasi internasional. (rds/has)