Ledakan Dekat Pasar di Suriah, 15 Orang Tewas
CNN Indonesia
Rabu, 24 Apr 2019 18:44 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Setidaknya 15 orang tewas akibat ledakan di dekat pasar di Idlib, barat laut Suriah, pada Rabu (24/4) pagi waktu setempat.
Kelompok pemantau Syrian Observatory for Human Rights melaporkan bahwa ledakan itu terjadi tepatnya di kota Jisr al-Shughur.
"Ledakan terjadi sangat dekat dengan pasar," ujar pemimpin kelompok pemantau tersebut, Rami Abdel Rahman, kepada AFP.
Menurut Rahman, ledakan itu menewaskan 13 warga sipil, termasuk putri dari seorang militan asing.
"Sampai saat ini, belum diketahui apakah ledakan itu akibat bom mobil atau mobil pembawa bahan peledak yang meledak," katanya.
Kawasan Idlib sendiri saat ini dikuasai oleh Hayat Tahrir al-Sham (HTS), kelompok militan di Suriah yang pernah berafiliasi dengan Al Qaidah.
Namun, kelompok jihadi asing dari etnis Uighur, Partai Islamis Turkestan, juga memiliki banyak anggota di Jisr al-Shughur.
Sementara itu, kelompok militan ISIS juga dilaporkan memiliki sejumlah sel tidur di kawasan Idlib.
[Gambas:Video CNN]
Kawasan Idlib sebenarnya sudah berangsur aman sejak September tahun lalu, setelah kelompok pemberontak yang didukung Turki menyepakati perjanjian gencatan senjata dengan Rusia selaku sekutu pemerintah Suriah.
Meski demikian, Idlib kembali diguncang sejumlah serangan sejak HTS mengambil alih kendali penuh pada Januari lalu. (has)
Kelompok pemantau Syrian Observatory for Human Rights melaporkan bahwa ledakan itu terjadi tepatnya di kota Jisr al-Shughur.
Lihat juga:Bom Kembar di Suriah Tewaskan 24 Orang |
Menurut Rahman, ledakan itu menewaskan 13 warga sipil, termasuk putri dari seorang militan asing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Tiga Tewas dalam Serangan Bom Bus di Suriah |
Namun, kelompok jihadi asing dari etnis Uighur, Partai Islamis Turkestan, juga memiliki banyak anggota di Jisr al-Shughur.
Sementara itu, kelompok militan ISIS juga dilaporkan memiliki sejumlah sel tidur di kawasan Idlib.
[Gambas:Video CNN]
Kawasan Idlib sebenarnya sudah berangsur aman sejak September tahun lalu, setelah kelompok pemberontak yang didukung Turki menyepakati perjanjian gencatan senjata dengan Rusia selaku sekutu pemerintah Suriah.
Meski demikian, Idlib kembali diguncang sejumlah serangan sejak HTS mengambil alih kendali penuh pada Januari lalu. (has)