Pelaku Serangan Bom Sri Lanka Pernah Sekolah di Inggris

CNN Indonesia | Kamis, 25/04/2019 04:18 WIB
Pelaku Serangan Bom Sri Lanka Pernah Sekolah di Inggris Ilustrasi bom Sri Lanka. (REUTERS/Stringer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah sumber di bidang keamanan Inggris menyebut salah satu pelaku pemboman di Sri Lanka bernama Abdul Lathief Jameel Mohamed. Jameel diketahui pernah belajar di Inggris bagian Selatan pada 2006-2007.

Dikutip dari CNN, salah satu sumber mengatakan keterlibatan ISIS dalam serangan bom ini sangat mungkin.

Sementara itu, dua pelaku bom lainnya yang memiliki hubungan saudara, Imsath Ahmed Ibrahim dan Ilham Ahmed Ibrahim diketahui berasal dari salah satu keluarga terkaya di kota Kolombo. Keduanya juga disebut memiliki koneksi dengan para pengusaha penting dan elit politik.


Pamuditha Anjana yang tinggal dilingkungan yang sama dengan dua bersaudara itu menyebut keduanya memiliki beragam koneksi, termasuk para elit politik.


Hilmy Ahamed, wakil presiden Dewan Muslim Sri Lanka mengaku mengenal ayah mereka, Mohamed Ibrahim. Dia menggambarkan Ibrahim sebagai pebisnis rempah-rempah yang sangat kaya. Kedua puteranya itu, menurut dia, juga menempuh pendidikan yang cukup bagus di luar negeri.

Ahamed meragukan Ibrahim memiliki gagasan tentang apa yang direncanakan oleh putra-putra dewasanya. "Dia adalah pengusaha yang sibuk. Dia mungkin benar-benar mengabaikan apa yang terjadi di sekitarnya. Aku ragu dia tahu (rencana serangan bom yang dilakukan kedua anaknya),"jelas dia.

Reyyaz Salley, Ketua Masjid Dewatagaha Kolombia, salah satu yang terbesar dan tertua di kota itu mengatakan bahwa Ibrahim adalah orang yang sangat baik dan pebisnis sejati.

"Kami mengenalnya sebagai orang normal dan sebagai pebisnis," terangnya.


Serangan bom di Sri Lanka terjadi pada Minggu (21/4) bersamaan dengan hari raya Paskah. Lebih dari 350 orang tewas dalam tragedi nahas tersebut.

Pemerintah Sri Lanka menuduh kelompok radikal setempat, Jemaah Tauhid Nasional (NTJ) sebagai pelaku serangan bom. Namun, ISIS mengklaim mereka bertanggung jawab atas aksi teror itu.

Aparat Sri Lanka saat ini sudah menahan hampir 60 orang yang diduga terlibat aksi teror, berbekal undang-undang darurat. Pemerintah juga menetapkan negara dalam keadaan darurat nasional. (CNN/agi)