Muslim Sri Lanka Jadi Sasaran Balas Dendam Usai Teror Bom

CNN Indonesia | Kamis, 25/04/2019 11:21 WIB
Muslim Sri Lanka Jadi Sasaran Balas Dendam Usai Teror Bom Salah satu lokasi serangan bom di Sri Lanka. (ISHARA S. KODIKARA / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Usai diguncang serangkaian teror bom pada Hari Paskah 21 April lalu, kini Sri Lanka dirundung masalah baru. Konflik sektarian merebak dan memaksa sejumlah penduduk beragama Islam mengungsi karena diancam dibunuh.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (25/4), ratusan warga Muslim pendatang dari Pakistan yang bermukim di Kota Negombo, Sri Lanka, memilih mengungsi. Mereka menggunakan bus yang disewa untuk pergi ke lokasi yang lebih aman karena mulai menerima ancaman balas dendam dari penduduk setempat selepas teror bom.

"Karena serangan bom yang terjadi di sana, warga Sri Lanka menyerang rumah-rumah kami. Sekarang kami tidak tahu harus pergi ke mana," kata warga Muslim etnis Pakistan, Adnan Ali.


Sedangkan nasib warga Muslim lainnya lebih tragis. Farah Jameel menyatakan dia diusir oleh pemilik rumah yang disewanya di Negombo.
"Dia bilang, 'pergi sana dan tinggal saja sesuka kamu, tapi jangan tinggal di sini!'," kata Farah.

Kepolisian Sri Lanka menyatakan sudah menangkap sejumlah orang yang diduga menyerang dan merusak rumah-rumah warga Muslim setempat. Namun, mereka juga menggeledah kediaman penduduk Muslim dengan alasan menerima pengaduan warga soal tindak-tanduk yang mencurigakan terhadap warga Muslim.

Kapolsek Katara, Herath BSS Sisila Kumara, menyatakan polisi juga mengamankan 35 warga Muslim yang mengungsi di masjid setempat. Mereka dibawa ke tempat aman yang dirahasiakan.

"Semua warga Pakistan dibawa ke tempat aman. Hanya mereka yang menentukan kapan akan kembali," ujar Kumara.
Delapan bom meledak di tiga gereja, hotel, dan perumahan dan mengakibatkan 359 orang meninggal dan sekitar 500 orang luka-luka sampai saat ini. Para pejabat Sri Lanka kini saling menyalahkan karena gagal mencegah aksi keji itu.

Pemerintah Sri Lanka menuduh NTJ sebagai pelaku serangan bom. Namun, kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim mereka bertanggung jawab atas aksi teror itu. Hal ini juga yang diduga memicu aksi balas dendam terhadap umat Islam setempat.

Aparat Sri Lanka saat ini sudah menahan hampir 60 orang yang diduga terlibat aksi teror, berbekal undang-undang darurat. Pemerintah juga menetapkan negara dalam keadaan darurat nasional.

Penduduk Sri Lanka yang didominasi etnis Sinhala memeluk Buddha. Warga yang menganut Nasrani sekitar tujuh persen dari jumlah penduduk.

Sedangkan etnis minoritas seperti Tamil atau Pakistan memeluk Hindu dan Islam. Penduduk Muslim berjumlah sekitar 10 persen, dan menjadi kelompok minoritas terbesar kedua setelah umat Hindu.

[Gambas:Video CNN]

Sejak perang saudara antara pemerintah Sri Lanka dan pemberontak Macan Tamil (LTTE) berakhir pada 2009 lalu, konflik beralih menjadi sektarian. Perselisihan terjadi antara kelompok garis keras Buddha dan warga Muslim secara sporadis.

Biksu Buddha yang kontra dengan Islam mulai memojokkan para pedagang Muslim. Mereka menebar kebencian dengan menyatakan siapapun yang membeli baju dalam atau makanan dari penjual Muslim maka bisa mandul. (ayp/ayp)