Seluruh Gereja di Sri Lanka Tutup Sementara Usai Teror Bom

CNN Indonesia | Kamis, 25/04/2019 16:05 WIB
Seluruh Gereja di Sri Lanka Tutup Sementara Usai Teror Bom Salah satu gereja di Sri Lanka yang menjadi sasaran serangan teror bom. (AP Photo/Eranga Jayawardena)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seluruh gereja Katolik di Sri Lanka memutuskan tutup sementara sampai waktu yang tidak ditentukan. Hal ini sebagai tindakan antisipasi usai serangan teror bom yang terjadi pada 21 April lalu, dan merenggut nyawa ratusan orang.

"Kami memutuskan menutup seluruh gereja atas saran aparat keamanan," kata seorang pastor senior di Sri Lanka, seperti dilansir AFP, Kamis (25/4).
Saat ini seluruh gereja di Sri Lanka dijaga ketat. Aparat bersenjata lengkap dikerahkan berjaga 24 jam.

"Untuk sementara tidak akan dilaksanakan misa sampai pemberitahuan lebih lanjut," tambah pastor itu.


Secara keseluruhan, lebih dari 350 nyawa melayang dan 500 orang lainnya terluka akibat serangan bom beruntun di delapan lokasi berbeda, termasuk sejumlah gereja dan hotel mewah di Sri Lanka.

Para pejabat Sri Lanka kini saling menyalahkan karena gagal mencegah aksi keji itu. Padahal dilaporkan mereka sudah menerima informasi dari intelijen India jauh-jauh hari terkait serangan itu.
Pemerintah Sri Lanka menuduh Jemaah Tauhid Nasional (NTJ) dan Jemaah Agama Ibrahim sebagai pelaku serangan bom. Namun, kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim mereka bertanggung jawab atas aksi teror itu. Hal ini juga yang diduga memicu aksi balas dendam terhadap umat Islam setempat.

Aparat Sri Lanka saat ini sudah menahan hampir 60 orang yang diduga terlibat aksi teror, berbekal undang-undang darurat. Pemerintah juga menetapkan negara dalam keadaan darurat nasional.

Penduduk Sri Lanka yang didominasi etnis Sinhala memeluk Buddha. Warga yang menganut Nasrani sekitar tujuh persen dari jumlah penduduk.

Sedangkan etnis minoritas seperti Tamil atau Pakistan memeluk Hindu dan Islam. Penduduk Muslim berjumlah sekitar 10 persen, dan menjadi kelompok minoritas terbesar kedua setelah umat Hindu.

[Gambas:Video CNN]

Sejak perang saudara antara pemerintah Sri Lanka dan pemberontak Macan Tamil (LTTE) berakhir pada 2009 lalu, konflik beralih menjadi sektarian. Perselisihan terjadi antara kelompok garis keras Buddha dan warga Muslim secara sporadis. (ayp/ayp)