Presiden Sri Lanka Anggap Pemerintah Lalai Cegah Teror Bom

CNN Indonesia | Jumat, 26/04/2019 12:45 WIB
Presiden Sri Lanka Anggap Pemerintah Lalai Cegah Teror Bom Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena. (AFP Photo/Lakruwan Wanniarachchi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena, menyalahkan pemerintah Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe karena gagal mencegah serangan bom di sejumlah tempat pada 21 April lalu. Dia menuduh informasi peringatan ancaman teror justru disembunyikan.

"Pemerintah harus bertanggung jawab atas insiden bom Paskah, karena intelijen yang lemah," kata Sirisena dalam jumpa pers di Kolombo, seperti dilansir Reuters, Jumat (26/4).
Sumber di lembaga pertahanan menyatakan, Badan Intelijen Sri Lanka (SIS) sebenarnya menerima laporan dari sejawat mereka di India soal potensi serangan teror. Yakni pada 4, 11 dan 20 April.

Bahkan intelijen India menyebut secara spesifik sasaran serangan. Kedua belah pihak membenarkan ketika dikonfirmasi, dan dibenarkan oleh salah satu sumber lain.


Laporan itu menyatakan aksi amaliyah (teror) yang akan dilakukan oleh sejumlah anggota kelompok Jemaah Tauhid Nasional (NTJ) dan dan Jemaah Agama Ibrahim. Sepak terjang kelompok itu memang nyaris tidak pernah terdengar.

"Laporan intelijen dari negara sahabat tidak diteruskan kepada saya oleh pejabat bidang keamanan. Saya bertemu menteri pertahanan dan kepala kepolisian pada pertengahan April, tetapi tidak diberi tahu apa-apa," ujar Sirisena.
Sirisena menyatakan akan menyeret sejumlah perwira intelijen ke pengadilan, karena dianggap lalai mencegah aksi teror yang merenggut nyawa 253 orang dan melukai sekitar 500 orang.

Menteri Pertahanan Sri Lanka, Hemasiri Fernando, memutuskan mengundurkan diri pada Kamis (25/4) kemarin. Dia mengaku bertanggung jawab akibat gagal mencegah teror bom.

Kini Sirisena juga menyatakan kepala kepolisian Sri Lanka, Irjen Pujith Jayasundara, berjanji akan mundur dari jabatannya.

Sirisena menyatakan saat ini mereka tengah memburu 140 orang yang diduga terlibat jaringan teroris di Sri Lanka. Dia berjanji situasi keamanan akan pulih dalam beberapa hari.

[Gambas:Video CNN]

Aparat menyatakan mereka sudah mengenali delapan dari sembilan pelaku bom bunuh diri. Satu di antaranya adalah perempuan.

Sejumlah warga Muslim di Sri Lanka dilaporkan mengungsi. Mereka menghindari aksi balas dendam atau razia. Pemerintah setempat juga mengerahkan sekitar 10 ribu serdadu untuk membantu proses penggeledahan dan membantu pengamanan tempat-tempat ibadah. (ayp/ayp)