Sri Lanka Revisi Jumlah Korban Bom Turun Jadi 253 Orang

CNN Indonesia | Jumat, 26/04/2019 03:14 WIB
Sri Lanka Revisi Jumlah Korban Bom Turun Jadi 253 Orang Korban bom Sri Lanka. (Reuters/Athit Perawongmetha)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Sri Lanka merevisi jumlah korban tewas serangan bom Minggu Paskah turun sekitar 100 orang. Kesulitan dalam mengidentifikasi bagian-bagian tubuh di tempat kejadian bom menjadi alasan tidak akuratnya jumlah korban sebelumnya.

Angka resmi jumlah korban jiwa terbaru adalah 253 orang, turun dari 359 orang sebelumnya.

Dikutip dari Reuters, Wakil Menteri Pertahanan Ruwan Wijewardene menyalahkan data yang tidak akurat disebabkan data yang disajikan oleh kamar mayat.


Anil Jasinghe, direktur jenderal layanan kesehatan Sri Lanka mengatakan bahwa angka korban jiwa tersebut juga masih berupa perkiraan.

"Bisa 250 atau 260. Saya tidak bisa mengatakannya. Ada begitu banyak bagian tubuh dan sulit untuk memberikan angka yang tepat," terang dia.


Serangan bom bunuh diri di tiga gereja dan empat hotel telah memperlihatkan kegagalan intelijen Sri Lanka. Perselisihan di tingkat atas pemerintah Sri Lanka diduga menyebabkan lalainya mereka merespons peringatan serangan bom yang sebenarnya sudah diperoleh sebelum tragedi tersebut terjadi.

Menteri Pertahanan Hemasiri Fernando mengundurkan diri atas kegagalan untuk mencegah serangan. Kendati demikian, dia bersikeras pihak sebenarnya telah mengambil tindakan atas peringatan awal yang telah diberikan intelijen India kepada mereka.

"Kami sedang mengerjakan itu. Semua agensi itu sedang mengerjakan itu," kata Fernando kepada Reuters.
[Gambas:Video CNN]
Dia mengatakan dia telah mengundurkan diri untuk bertanggung jawab atas lembaga yang dia kelola, tetapi mengatakan tidak ada kegagalan di pihaknya.

Polisi mengeluarkan nama-nama, serta foto-foto empat pria dan tiga wanita yang terkait dengan serangan-serangan itu. Ketakutan akan bom dan penyisiran keamanan negara tersebut masih berada di ujung tanduk.

Sebagian besar korban adalah orang Sri Lanka. Namun, pihak berwenang mengatakan setidaknya 38 orang asing juga tewas, banyak turis duduk untuk sarapan di hotel-hotel kelas atas ketika para pembom menyerang.

Mereka termasuk warga negara Inggris, AS, Australia, Turki, India, Cina, Denmark, Belanda, dan Portugis. Sekitar 500 orang terluka. Inggris pada hari Kamis memperingatkan warga negaranya untuk menghindari Sri Lanka, kecuali jika benar-benar diperlukan.


ISIS sebelumnya mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Mereka merilis video yang memperlihatkan delapan pria, semuanya kecuali satu dengan wajah tertutup, berdiri di bawah bendera Negara Islam hitam dan menyatakan kesetiaan mereka kepada pemimpinnya, Abu Bakar Al-Baghdadi.

Pemerintah mengatakan ada sembilan pelaku bom bunuh diri, delapan di antaranya telah diidentifikasi. Salah satunya adalah seorang wanita.

Pihak berwenang telah memfokuskan investigasi mereka pada hubungan internasional dengan dua kelompok Islamis domestik, Jamaah Thawheed Nasional dan Jammiyathul Millathu Ibrahim yang dipercaya melakukan serangan.

Setidaknya 76 orang, termasuk beberapa orang asing, telah ditangkap sejak hari Minggu, tetapi polisi pada hari Kamis untuk pertama kalinya mengidentifikasi tujuh orang yang mereka cari dan memohon kepada masyarakat untuk ikut membantu mencari para pelaku. (Reuters/agi)