Waspada Teror, Intelijen Sri Lanka Imbau Hindari Rumah Ibadah

CNN Indonesia | Jumat, 26/04/2019 11:12 WIB
Waspada Teror, Intelijen Sri Lanka Imbau Hindari Rumah Ibadah Ilustrasi lokasi serangan bom di Sri Lanka. (AP Photo/Eranga Jayawardena)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Intelijen Sri Lanka (SIS) menganjurkan warga Muslim dan Nasrani di negara itu untuk sementara waktu tidak beribadah di masjid dan gereja. Menurut mereka hal itu sebagai antisipasi serangan balasan dan ancaman bom mobil atas teror pada 21 April lalu.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (26/4), imbauan juga disampaikan oleh para pemuka agama. Mereka meminta supaya para jemaah saling melindungi dari aksi teror.
"Silakan beribadah Jumat di rumah. Kalian harus melindungi keluarga dan harta benda," demikian pernyataan Badan Urusan Islam Sri Lanka, The All Ceylon Jamiyathul Ullama.

Pemuka Katolik di Sri Lanka, Kardinal Malcolm Ranjith, juga menyarankan seluruh umat Nasrani melakukan misa di rumah sampai pemberitahuan lebih lanjut.


"Keamanan yang utama," kata Malcolm.

Sampai saat ini aparat sudah menangkap 76 orang yang diduga terlibat aksi teror bom itu. Termasuk di dalamnya warga Suriah dan Mesir.
Pemerintah AS melalui kedutaan besar mereka mengimbau warganya yang berada di Sri Lanka untuk waspada. Mereka diminta menghindari tempat ibadah dan selama akhir pekan karena diduga masih akan terjadi aksi teror lanjutan.

Sejumlah warga Muslim di Sri Lanka dilaporkan mengungsi. Mereka menghindari aksi balas dendam atau razia. Pemerintah setempat juga mengerahkan sekitar 10 ribu serdadu untuk membantu proses penggeledahan dan membantu pengamanan tempat-tempat ibadah.

Rangkaian teror bom pada 21 April lalu yang merenggut nyawa 253 orang dan melukai 500 orang.

Pemerintah Sri Lanka menuduh Jemaah Tauhid Nasional (NTJ) dan Jemaah Agama Ibrahim sebagai pelaku serangan bom. Namun, kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim mereka bertanggung jawab atas aksi teror itu. Hal ini juga yang diduga memicu aksi balas dendam terhadap umat Islam setempat.

[Gambas:Video CNN]

Aparat menyatakan mereka sudah mengenali delapan pelaku bom bunuh diri. Satu di antaranya adalah perempuan.

Menteri Pertahanan Sri Lanka, Hemasiri Fernando, memutuskan mengundurkan diri pada Kamis (25/4) kemarin. Dia mengaku bertanggung jawab akibat gagal mencegah teror bom. (ayp/ayp)