Dalam video yang dirilis pada Senin (29/4) tersebut, Baghdadi mengakui kekalahan ISIS di Suriah, tepatnya Baghouz, tapi mengancam akan membalas dendam.
"Pertarungan di Baghouz sudah berakhir," ujar Baghdadi sambil menyilangkan kaki di kursi kepada tiga pria yang duduk di hadapannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tuhan memerintahkan kita untuk berjihad, tapi tidak memerintahkan kita untuk menang," ucap Baghdadi.
Baghdadi kemudian mengatakan bahwa ISIS akan melancarkan serangan balasan di berbagai tempat lain di dunia, seperti serangan bom beruntun pada Paskah lalu di Sri Lanka yang menewaskan 253 orang.
"Itu merupakan balasan atas kematian saudara-saudara kita di Baghouz," ucap Baghdadi sebagaimana dikutip AFP.
"Akan lebih banyak lagi setelah pertarungan ini," ucapnya.
Kemunculan video ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk Amerika Serikat yang menawarkan imbalan US$25 juta untuk kepala Baghdadi.
[Gambas:Video CNN]
Koalisi penggempur ISIS pimpinan AS menyatakan bakal memeriksa terlebih dulu keaslian video tersebut. AS pun bersumpah bakal memberikan ganjaran setimpal bagi pemimpin ISIS.
"Kami akan memastikan kekalahan besar bagi para teroris ini dan pemimpin yang tersisa akan tetap mendapatkan ganjaran yang setimpal," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri AS.
Jubir itu kemudian mengatakan bahwa meski Baghdadi masih hidup, ISIS sebenarnya sudah kalah di medan perang.
"Kekalahan dan kehilangan wilayah di Irak dan Suriah menghancurkan strategi dan psikologi ISIS karena kekhalifahannya hancur. Para pemimpinnya tewas atau kabur dari medan perang dan kebiadaban mereka sangat terlihat," katanya. (has)