Rencanakan Serangan Massal, Veteran Tentara AS Ditahan

CNN Indonesia | Selasa, 30/04/2019 10:27 WIB
Rencanakan Serangan Massal, Veteran Tentara AS Ditahan Ilustrasi. (Pixabay/Succo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang veteran tentara Amerika Serikat ditahan karena merencanakan serangan massal di dekat Los Angeles sebagai balasan atas penembakan di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru.

Jaksa AS, Nick Hanna, mengatakan bahwa veteran bernama Mark Steven Domingo tersebut ditahan pada Jumat lalu karena kedapatan merencanakan meledakkan bom buatan saat demonstrasi nasionalis di Long Beach akhir pekan lalu.
Rencana Domingo pertama kali terungkap ketika berbincang dengan seorang sumber FBI. Saat itu, Domingo menunjukkan dukungannya bagi militansi berdasarkan kekerasan dan berniat menjadi martir dengan membalas serangan terhadap Muslim.

Domingo sempat mempertimbangkan penyerangan ke beberapa target, termasuk komunitas Yahudi, gereja, hingga petugas kepolisian. Namun akhirnya, ia memutuskan untuk meledakkan bom di demonstrasi di Long Beach.


"Investigasi ini secara sukses menggagalkan ancaman oleh tentara tempur terlatih yang berulang kali menyatakan ingin menewaskan banyak orang," ujar Hanna sebagaimana dikutip AFP.

[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya, Domingo juga pernah menuliskan di salah satu grup perbincangan jejaring sosial mengenai penembakan massal di Las Vegas yang menewaskan 58 orang pada 2017 lalu.

"Amerika butuh peristiwa seperti di Vegas lagi. Itu akan memberikan rasa teror yang mereka terbarkan di berbagai penjuru dunia," katanya.

Dalam tulisan pada 14 Maret lalu, veteran yang pernah bertugas di Afghanistan itu juga menyatakan, "Ada penembakan di masjid Selandia Baru. Harus ada pembalasan."

Seorang petugas Biro Investigasi Federal (FBI) kemudian menyamar untuk mengetahui rencana detail Domingo.

Ia kemudian ditahan saat petugas tersebut memberikan alat-alat palsu sebelum menuju ke demonstrasi di Long Beach. (has/has)