Puluhan warga Venezuela Terluka Saat Bentrok Dengan Aparat

CNN Indonesia | Kamis, 02/05/2019 14:24 WIB
Puluhan warga Venezuela Terluka Saat Bentrok Dengan Aparat Ilustrasi demonstran yang terluka di Venezuela. (REUTERS/Ueslei Marcelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bentrokan antara aparat keamanan dan massa anti pemerintah di Venezuela pecah dalam peringatan Hari Buruh Dunia pada Rabu (1/5) kemarin. Sebanyak 46 orang terluka dalam kejadian itu.

Seperti dilansir AFP, Kamis (2/5), kerusuhan terjadi di sejumlah kota di Venezuela termasuk Ibu Kota Caracas. Seorang jurnalis juga dilaporkan tertembak peluru karet ketika meliput kerusuhan itu.
Menurut lembaga pegiat hak asasi manusia setempat, sekitar 150 orang juga ditangkap dalam kerusuhan itu.

Bentrokan dimulai sejak Selasa (30/4) lalu, ketika tokoh oposisi Juan Guaido dan pendukungnya mencoba menutup akses ke pangkalan Angkatan Udara Venezuela di La Carlota. Dia meminta militer mendukungnya untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro.


Akan tetapi, upaya itu gagal dan percobaan kudeta yang digagasnya tidak berhasil menarik perhatian militer.
Di sisi lain, warga Indonesia yang berada di Venezuela diminta waspada atas perkembangan situasi. Menurut Kedutaan Besar Indonesia di Caracas, jumlah warga Indonesia yang berada di negara itu mencapai 37 orang dan semuanya sampai saat ini dalam kondisi aman.

Krisis politik dan ekonomi di Venezuela belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Perseteruan antara Guaido dan Maduro juga semakin meruncing.

Guaido juga sudah mencoba mengerahkan massa pada 1 Mei kemarin. Namun, jumlahnya masih jauh dari perkiraan dan unjuk rasa yang dilakukan mudah dipatahkan oleh aparat.

[Gambas:Video CNN]

Akibat situasi Venezuela yang kacau, sebagian besar warganya kini jatuh miskin dan kelaparan. Bahkan, inflasi yang terkendali semakin memperparah keadaan.

Jutaan warga Venezuela juga mengungsi ke negara-negara tetangga. Termasuk sejumlah tentara yang membelot dari Maduro. (ayp/ayp)