Brasil Catat Lonjakan Tiga Kali Lipat Imigran dari Venezuela

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 02/05/2019 04:16 WIB
Brasil Catat Lonjakan Tiga Kali Lipat Imigran dari Venezuela Pemerintah Brasil mencatat, Selasa (30/4), ada 800-an imigran Venezuela datang ke negaranya dengan jalan kaki. (REUTERS/Luisa Gonzalez)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Brasil melaporkan terjadi lonjakan nyaris tiga kali lipat jumlah warga Venezuela yang melarikan diri ke negara tersebut, saat pemimpin oposisi Juan Guaido memimpin kudeta terhadap Presiden Nicolas Maduro.

Menurut data dari Pemerintah Brasil, dilaporkan Reuters, tercatat pada Selasa (30/4) lalu ada 850 warga Venezuela yang melarikan diri ke Negeri Samba dengan berjalan kaki. Biasanya, hanya sekitar 250-300 orang.

Imigran tersebut tiba di wilayah Roraima, Brasil, yang merupakan salah satu wilayah terisolasi dan miskin. Wilayah tersebut berbatasan langsung dengan Venezuela dan menjadi sasaran pelarian para imigran dalam beberapa bulan terakhir.


Eksodus yang lebih besar bahkan memaksa penduduk Venezuela menyelamatkan diri ke Kolombia dan Peru, beberapa waktu lalu.


Jumlah warga yang kabur keluar dari Venezuela ke Brasil ini menambah panjang penduduk yang meninggalkan negara krisis tersebut. Sebelumnya pada Maret, sekitar seribu aparat Venezuela dilaporkan desersi dan kabur ke Kolombia.

Para polisi dan tentara itu menyatakan tidak tahan dengan situasi krisis serta keluarga semakin terhimpit karena gaji yang kecil.

Seribuan aparat Venezuela itu memilih menyerahkan senjata dan seragam kepada pasukan Kolombia. Kebanyakan dari mereka lari pada 23 Februari lalu, ketika pemimpin oposisi Juan Guaido mencoba membawa masuk bantuan yang tertahan dari Kolombia.

Kabur dari Venezuela juga belum tentu membawa nasib baik bagi para imigran. Sebagian dari warga kelas pekerja Venezuela yang lari ke Kolombia terpaksa beralih menjadi pemetik daun koka dan bekerja untuk para sindikat narkoba di negara itu.


Mereka sebelumnya bekerja sebagai buruh kasar, supir taksi, nelayan dan pedagang. Ratusan warga pendatang Venezuela itu kini bekerja di perkebunan daun koka karena butuh pemasukan, tetapi juga terjebak dalam sindikat narkoba.

Pada Selasa (30/4), Guaido yang diakui oleh Amerika Serikat dan 50 pemerintahan lainnya sebagai presiden Venezuela menyatakan telah didukung militer untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro.

Namun pemerintah Venezuela membantah klaim tersebut dan mengatakan Maduro masih memegang kendali.

[Gambas:Video CNN] (end)