Indonesia Harap Proposal Damai Israel-Palestina Tak Melenceng

CNN Indonesia | Kamis, 02/05/2019 15:16 WIB
Indonesia Harap Proposal Damai Israel-Palestina Tak Melenceng Ilustrasi Gedung Kementerian Luar Negeri Indonesia. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Amerika Serikat menyatakan akan mengajukan proposal perdamaian Israel-Palestina, yang digagas Presiden Donald Trump, usai Ramadan. Indonesia yang menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa berharap rancangan itu tidak melenceng dari resolusi internasional yang ditetapkan selama ini.

"Kami sudah sampaikan ke AS, apa pun isi deal-nya, jangan sampai mundur dari kesepakatan-kesepakatan yang sudah ada dan terikat resolusi-resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)," ucap Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri RI, Febrian Alphyanto Ruddyard, dalam jumpa pers di kantornya, Kamis (2/5).
Proposal berisikan rencana perdamaian antara Israel dan Palestina itu rencananya akan diumumkan sekitar awal Juni setelah bulan ramadan selesai. Indonesia sampai sekarang belum mengetahui rincian proposal itu.

Febrian menuturkan proposal gagasan Trump tersebut seharusnya bisa menyelesaikan sejumlah isu yang selama ini belum bisa terselesaikan yakni masalah pengungsi Palestina, pendudukan ilegal Israel, dan status Yerusalem.


Menurut Febrian, proposal perdamaian gagasan Trump akan tidak menarik jika tak menyodorkan sesuatu yang baru dalam penyelesaian konflik Israel-Palestina, yang telah berlangsung lebih dari setengah abad ini.

"Harusnya proposal (Trump) ini lebih maju dari resolusi DK PBB karena kan resolusi yang dibuat selama ini atas kesepakatan seluruh anggota permanen DK PBB," kata Febrian.
Penasihat senior Trump yang sekaligus menantunya, Jared Kushner, mengatakan akan mengajukan proposal perdamaian Timur Tengah sekitar awal Juni mendatang. Menurut Kushner, proposal itu "sangat detail" dan berharap bisa memberikan pandangan menyeluruh untuk perdamaian.

"Kami sebelumnya bersiap-siap sejak akhir tahun lalu untuk mengungkap rencana perdamaian itu tetapi publikasi itu terganggu oleh pemilihan umum Isrel," kata Kushner saat diwawancarai di New York pada pekan lalu seperti dikutip CNBC.

"Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memenangkan pemilu dan sedang membentuk pemerintahnya dan mungkin itu selesai di tengah Ramadan. Jadi kami akan menunggu hingga setelah bulan Ramadan dan kemudian kami akan letakkan rencana kami," paparnya melanjutkan.
Kushner menolak mengatakan apakah proposal itu akan tetap mendukung solusi dua negara, yang selama ini diyakini sebagai jalan terbaik mendamaikan Israel-Palestina.

"Akan ada kompromi yang sulit bagi kedua belah pihak," paparnya. (rds/ayp)