Indonesia Gagas Diskusi Informal Palestina di DK PBB

CNN Indonesia | Kamis, 02/05/2019 17:54 WIB
Indonesia Gagas Diskusi Informal Palestina di DK PBB Ilustrasi bangunan di Jalur Gaza, Palestina yang roboh akibat serangan Israel. (REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Masalah perdamaian Israel-Palestina sampai saat ini menjadi pembahasan yang alot di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Indonesia yang didapuk sebagai ketua mengambil langkah dengan menggagas dialog untuk mencari ide-ide yang menunjang serta menjaring dan memetakan dukungan dalam persoalan itu.

Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri RI, Febrian Alphyanto Ruddyard, mengatakan Indonesia bekerja sama dengan Kuwait dan Afrika Selatan dalam menggagas diskusi yang disebut Arria Formula Meeting.
Diskusi informal itu merupakan salah satu visi Indonesia selama menjabat sebagai presiden DK PBB dalam satu bulan ke depan terhitung sejak 1 Mei lalu.

"Fokus pembahasan Arria Formula kali ini adalah terkait pembangunan berbagai kawasan pemukiman ilegal Israel yang menjarah tanah milik rakyat Palestina terutama soal aspek hukum dan kemanusiaan dengan penekanan pada resolusi DK 2334 pada 2016 lalu," kata Febrian dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (2/5).


Febrian menuturkan meski tidak bersifat formal, pertemuan ini bisa dimanfaatkan Indonesia untuk memetakan posisi masing-masing negara terkait konflik Israel-Palestina.

Sebab, dia menuturkan seluruh negara bisa memiliki kesempatan untuk berbicara terkait isu yang diangkat dalam Arria Formula. Febrian mengatakan pertemuan ini tak hanya dihadiri oleh negara anggota DK PBB, tapi seluruh anggota PBB termasuk sejumlah organisasi internasional.

"Arria Formula juga bisa bantu kami buat gambaran mengenai seberapa jauh komitmen dan pemetaan dukungan yang bisa kami galang di berbagai forum-mungkin di luar DK PBB-jadi ketika Indonesia mau mengangkat isu Palestina kami tahu negara mana yang bisa diajak kerja sama," kata Febrian.

Tanpa Dampak Politik

Menurut Febrian, Amerika Serikat disebut bersedia hadir dalam pertemuan informal itu. Sebab, AS sebagai anggota tetap DK PBB kerap berusaha menggagalkan setiap pembahasan bahkan resolusi di PBB yang mampu merugikan sekutunya, Israel, terkait konflik dengan Palestina.

"Saat kami rencanakan bahas isu Palestina di Arria Formula kami sudah engage dengan AS. Kami sampaikan Indonesia akan bawa isu ini. Soal bagaimana respons AS, ya kita lihat saja nanti tanggal 9 Mei," kata Febrian.

"Yang utama sekarang adalah sampai saat ini setidaknya AS tidak keberatan untuk hadir dan ikut dalam diskusi tersebut," paparnya menambahkan.
Febrian menuturkan Arria Formula Meeting merupakan wadah yang paling mungkin digunakan untuk membahas isu-isu sensitif, termasuk soal Palestina. Sebab, model pertemuan ini tidak menghasilkan ketentuan yang mengikat dan berdampak politik.

"Kalau ditanya seberapa jauh produk politis yang bisa dikeluarkan dari Arria Formula ini ya memang tidak ada. Ini memang diskusi informal jadi lebih kepada upaya kami untuk mengangkat isu ini ke DK PBB supaya tidak tenggelam dengan isu-isu lainnya," papar Febrian. (rds/ayp)