Korban Tewas Penembakan Selandia Baru Jadi 51 Orang

CNN Indonesia | Kamis, 02/05/2019 22:12 WIB
Korban Tewas Penembakan Selandia Baru Jadi 51 Orang Ilustrasi pemakaman korban penembakan di Selandia Baru. (REUTERS/Jorge Silva)
Jakarta, CNN Indonesia -- Korban tewas dalam peristiwa penembakan di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, bertambah menjadi 51 orang. Hal itu disebabkan seorang warga Turki yang sempat kritis mengembuskan napas terakhir.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (2/5), seorang warga Turki yang meninggal itu bernama Zekeriya Tuyan. Mendiang mengembuskan napas terakhir di meja operasi.

"Dia menjalani bedah hari ini, tetapi tim dokter tidak bisa menghentikan pendarahannya, jadi kami kehilangan dia. Awalnya kami bahagia karena kemungkinan dia selamat, karena dia sudah berjuang selama 50 hari," kata saudara mendiang, Yahya Tuyan.

Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, menyatakan turut berbela sungkawa atas kepergian Zekeriya.


"Kami kehilangan seorang warga Zekeriya Tuyan, yang sempat kritis akibat serangan keji di Christchurch, Selandia Baru," cuit Mevlut melalui Twitter.
Pada 15 Maret lalu, seorang warga Australia yang bermukim di Selandia Baru, Brenton Harrison Tarrant, menembaki seluruh orang yang hendak salat Jumat di dua masjid di Christchurch, yakni Masjid Al-Noor dan Lindwood. Aksinya disiarkan secara langsung di akun Facebooknya.

Dia didakwa 89 tuduhan yakni 50 kasus pembunuhan dan 39 percobaan pembunuhan.

Tak lama setelah penembakan, pemerintah Selandia Baru mengesahkan revisi Undang-Undang Senjata Api. Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, mengatakan pemerintah bakal melarang senapan kepemilikan dan penggunaan senjata api otomatis dan semi-otomatis. Pemilik senjata itu harus menyerahkannya kepada polisi dan mereka akan mendapat ganti rugi sesuai usia dan kondisi senjata.

[Gambas:Video CNN] (ayp/ayp)