Tiga Menteri Mundur, PM Papua Nugini Hadapi Mosi Tak Percaya

CNN Indonesia | Jumat, 03/05/2019 14:26 WIB
Tiga Menteri Mundur, PM Papua Nugini Hadapi Mosi Tak Percaya PM Papua Nugini, Peter O'Neill, terancam menghadapi mosi tidak percaya setelah tiga menterinya mundur secara bersamaan pada Jumat (3/5). (Reuters/Tim Wimborne)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Papua Nugini, Peter O'Neill, terancam menghadapi mosi tidak percaya setelah tiga menterinya mundur secara bersamaan pada Jumat (3/5).

"Kami akan meminta perdana menteri untuk mundur," ujar Menteri Kesehatan Papua Nugini, Puka Temu, kepada AFP.

Pernyataan ini dilontarkan tak lama setelah menteri pertahanan, menteri kesehatan, dan menteri kehutanan Papua Nugini mengundurkan diri pada hari ini.


Menurut Temu, ketidakpercayaan jajaran kabinet Papua Nugini terhadap O'Neill memang sudah berkembang sejak lama.
Partai O'Neill sendiri kini hanya menduduki sebagian kecil kursi di parlemen. Sementara itu, partai sekutu O'Neill juga terus mendesak agar ia segera mundur.

"Dia menolak. Saya kecewa dengan cara perdana menteri memimpin Papua Nugini," ucap Temu.

Selama ini, kepemimpinan O'Neill selalu diwarnai dengan isu korupsi besar-besaran dan kejahatan investasi skala besar yang menyebabkan utang negara membengkak, tapi tak memberikan keuntungan bagi rakyat.

[Gambas:Video CNN]

Papua Nugini pun menjadi salah satu negara dengan tingkat kemiskinan paling tinggi di dunia. Hanya sekitar 10 persen warga Papua Nugini yang memiliki akses listrik.

Di tengah kemiskinan ini, O'Neill dituduh hanya ingin menguntungkan dirinya sendiri melalui berbagai kebijakan dan proyek yang ia sepakati.

"Papua Nugini terlalu besar untuk dipimpin hanya oleh satu orang. Negara ini bukan untuk bisnis satu orang," tutur Temu.

Menutup pernyataannya, Temu berkata, "Papua Nugini nyaris tenggelam. Kami butuh kapten yang baik." (has)