Bentrok Kristen-Muslim, Gereja Sri Lanka Desak Larang Alkohol

CNN Indonesia | Senin, 06/05/2019 16:39 WIB
Bentrok Kristen-Muslim, Gereja Sri Lanka Desak Larang Alkohol Ilustrasi gereja di Sri Lanka. (Reuters/Dinuka Liyanawatte)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gereja Katolik Sri Lanka meminta pemerintah melarang alkohol usai bentrok antara umat Kristen dan Muslim di Negombo, di mana terdapat gereja yang menjadi salah satu target serangan bom pada Paskah lalu.

"Sebagai langkah sementara, kardinal meminta pemerintah memerintahkan larangan penjualan minuman keras di Negombo," ujar Edmund Tilakaratne, juru bicara Uskup Agung Negombo, Kardinal Malcolm Ranjith, pada Senin (6/5).

Permintaan ini disampaikan pihak gereja setelah Ranjith berkunjung ke Negombo dan berbincang dengan para ulama di masjid.


Menurut sejumlah sumber AFP, di dalam rapat itu para ulama menyampaikan bahwa perkelahian antara Muslim dan Kristen itu terjadi karena pengaruh alkohol.
Kepolisian juga mengakui bahwa alkohol sangat mempengaruhi emosi pihak-pihak yang terlibat dalam bentrokan tersebut.

Akibat bentrokan ini, ratusan personel pasukan keamanan diterjunkan ke Negombo. Mereka lantas menerapkan jam malam.

"Setidaknya tiga orang terluka dalam bentrokan itu. Meski kami baru menangkap dua tersangka, mungkin akan lebih banyak yang ditahan seiring semakin banyak yang teridentifikasi," ujar petugas kepolisian anonim kepada AFP.
Hingga saat ini, kepolisian belum mengetahui pemicu bentrokan. Namun, dalam sebuah video yang viral, terlihat sekelompok orang menyerbu tempat-tempat bisnis milik Muslim.

Muslim sendiri merupakan agama mayoritas kedua di Sri Lanka setelah Buddha. Sementara itu, Kristen menjadi minoritas dengan jumlah penganut hanya 7,6 persen dari keseluruhan penduduk.

Namun, di Negombo, Kristen menjadi mayoritas. Sebagian umat Kristen di kota itu geram ketika bom meledak di Gereja St. Sebastian pada Hari Paskah lalu.

Selain di St. Sebastian, bom juga meledak di sejumlah hotel mewah dan gereja lain, merenggut total 257 jiwa.

[Gambas:Video CNN]

Serangan itu diklaim oleh kelompok militan ISIS, membuat sentimen terhadap Muslim meningkat. Di tengah peningkatan sentimen tersebut, Ranjith meminta seluruh umat Kristen tetap menebar kasih.

"Saya meminta semua saudara Kristen dan Katolik agar tidak menyakiti satu pun umat Muslim karena mereka saudara kita, karena mereka bagian dari kebudayaan beragama," ucap Ranjith.

Menutup pernyataannya, Ranjith berkata, "Untuk itu, tolong jangan menyakiti mereka dan coba menciptakan semangat memahami yang lebih baik dan menjalin relasi baik dengan semua komunitas di Sri Lanka." (has/has)