Waspada Teror, Masa Penutupan Gereja Sri Lanka Diperpanjang

CNN Indonesia | Kamis, 02/05/2019 17:21 WIB
Waspada Teror, Masa Penutupan Gereja Sri Lanka Diperpanjang Salah satu gereja lokasi serangan bom di Sri Lanka. (REUTERS/Stringer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Keuskupan Sri Lanka memutuskan tetap tidak menyelenggarakan kegiatan ibadah di gereja, dua pekan selepas serangan teror bom pada 21 April lalu. Penyebabnya adalah pemerintah memperingatkan potensi ancaman serangan susulan yang sedang direncanakan oleh kelompok teroris.

Seperti dilansir Associated Press, Kamis (2/5), keputusan itu disampaikan oleh juru bicara Keuskupan Colombo, Pastor Edmund Tillakaratne. Menurut dia Kardinal Malcolm Ranjith memutuskan meniadakan ibadah Minggu karena imbauan pemerintah.
Ranjith juga mengkritik aparat Sri Lanka karena gagal mencegah serangan teror, yang menewaskan 253 orang dan melukai sekitar 500 orang.

Aparat keamanan Sri Lanka sampai saat ini terus waspada terhadap ancaman teror susulan, pasca serangan rangkaian bom pada 21 April lalu yang merenggut 253 nyawa. Mereka terus siaga supaya tidak terjadi aksi keji lagi menjelang Ramadan.


"Keamanan tetap ketat dan waspada selama beberapa hari ke depan karena polisi dan tentara terus memburu para terduga teroris," kata seorang sumber intelijen kepolisian Sri Lanka, seperti dilansir Reuters, Selasa lalu.

Menurut mereka, para pelaku akan menggunakan bom mobil dan menyamar dengan mengenakan seragam aparat.
Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena, memberlakukan larangan pemakaian cadar bagi Muslimah dan segala bentuk pakaian lainnya yang menutupi wajah, pada 28 April lalu. Hal itu dampak dari aksi teror.

Aparat juga terus memburu sekitar 140 orang yang diduga terlibat jaringan teroris di Sri Lanka.

Pemerintah Sri Lanka sudah menyatakan kelompok Jemaah Tauhid Nasional (NTJ) dan Jemaah Agama Ibrahim (JMI) sebagai organisasi terlarang. Pemimpinnya, Zahra Hashim, diduga adalah otak serangan teror yang tewas dalam serangan di Hotel Shangri-La.

[Gambas:Video CNN]

Sampai saat ini pemerintah Sri Lanka mengerahkan aparat untuk menjaga rumah ibadah di seluruh negeri. Mereka membatalkan rencana memulai kembali kegiatan belajar mengajar di seluruh sekolah pekan ini, dan memperpanjang pemberlakuan jam malam. (ayp/ayp)