Eks Penista Agama Asia Bibi Tiba di Kanada, Trudeau Bungkam

CNN Indonesia | Kamis, 09/05/2019 05:33 WIB
Eks Penista Agama Asia Bibi Tiba di Kanada, Trudeau Bungkam PM Kanada Justin Trudeau tolak komentar soal Asia Bibi. (REUTERS/Adnan Abidi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri (PM) Kanada, Justin Trudeau menolak untuk berkomentar soal kehadiran wanita Nasrani asal Pakistan yang terlibat masalah penistaan agama Islam, Asia Bibi di negaranya.

"Ada masalah privasi, sensitif dan masalah keamanan, dalam hal ini saya tidak bisa berkomentar," kata Trudeau seperti mengutip AFP, Rabu (8/5).

Mengutip dari CNN, pengacara Bibi,  Saiful Malook mengatakan ibu lima anak asal Punjab, Pakistan itu telah tiba Kanada hari Rabu (8/5). Bibi berhasil dibawa keluar dari negaranya usai mendapat ancaman pembunuhan dari kelompok ektremis.


Berdasarkan hukum pidana Pakistan, penista agama bisa dihukum mati atau penjara seumur hidup. Namun hukuman tersebut ditentang oleh sejumlah negara dan aktivis HAM karena dituding telah disalahgunakan untuk menekan agama atau kelompok minoritas di Pakistan.


Bibi dijatuhi hukuman gantung pada tahun 2010 setelah dituduh menghina Nabi Muhammad SAW saat cekcok dengan teman atau kerabatnya yang beragama Islam.

Keributan bermula saat para pekerja muslim menolak untuk minum air dari ember yang disentuh oleh Bibi karena ia nonmuslim. Bibi berdalih ia hanya difitnah oleh temannya yang punya dendam pribadi dengannya.

Selama delapan tahun dia mengajukan peninjauan kembali dan baru dikabulkan pada tahun 2018. Selama itu dia tetap berada di penjara dengan alasan keamanan.


Bahkan setelah dinyatakan bebas oleh Mahkamah Agung, dia tetap diminta berada di penjara dan dipisahkan oleh keluarga karena sejumlah ancaman pembunuhan. Sementara anak-anaknya sudah lebih dulu tiba di Kanada.

Bibi akhirnya berharap atas keputusan pemberian suaka di negara ketiga. Pada bulan November lalu, Treudeau memastikan Kanada sudah berbicara dengan petinggi Pakistan soal suaka tersebut.

Keputusan Trudeau didukung oleh PM Inggris Theresa May dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo. Inggris sendiri sudah lebih dulu menolak memberikan suaka karena khawatir warga Pakistan di Inggris akan menolak.

(dal/DAL)