Satu Pelaku Penembakan di Colorado Anak Perempuan

CNN Indonesia | Kamis, 09/05/2019 13:38 WIB
Satu Pelaku Penembakan di Colorado Anak Perempuan Ilustrasi polisi Amerika Serikat dalam kejadian penembakan. (Foto: Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Salah satu dari dua pelaku penembakan di Denver, Negara Bagian Colorado, Amerika Serikat, merupakan seorang anak perempuan. Hal ini disampaikan oleh polisi di Denver pada Rabu (8/5) kemarin.

Insiden penembakan tersebut menewaskan 1 siswa dan mengakibatkan 8 lainnya luka-luka.

Kepala polisi wilayah Douglas, pinggiran kota Denver, awalnya melaporkan anak buahnya telah menangkap 2 anak laki-laki setelah penembakan Selasa lalu. Pelaku berusia 18 dan lainnya masih di bawah umur.


Dilansir AFP, Kamis (9/5), mereka merupakan siswa dari sekolah STEM Highlands Ranch. Namun, Kepala Polisi Tony Spurlock mengklarifikasi bahwa pelaku yang masih di bawah umur adalah seorang anak perempuan. Anak buahnya telah salah mengira dia sebagai anak laki-laki dikarenakan penampilannya.
Spurlock melaporkan tiga dari siswa yang menjadi korban terluka masih dalam perawatan intensif, sedangkan yang lainnya dibolehkan pulang.

Spurlock mengatakan mereka tidak terlibat baku tembak dengan para pelaku, karena satuan pengamanan sekolah itu lebih dulu melumpuhkan keduanya. Polisi menyita dua pistol dari tangan para pelaku.

"Kami tidak melakukan aksi baku tembak dengan mereka," jelas Spurlock.

Salah satu siswa tewas dalam insiden ini bernama Kendrick Ray Castillo (18). Ia seharusnya lulus pada akhir tahun ajaran sekolah.

Biro Investigasi Federal (FBI) ikut bergabung dalam aksi penyelidikan. Polisi juga telah memeriksa akun media sosial, rekaman telepon, serta komputer milik kedua pelaku guna menyelidiki motif tindakan mereka.

Salah satu tersangka (18) dijadwalkan untuk menjalani persidangan.
Peristiwa penembakan beserta insiden mematikan yang melibatkan senjata api di beberapa sekolah dan tempat lainnya ini menjadi perdebatan sengit di AS. Khususnya terkait isu pengendalian senjata yang selalu muncul setiap menjelang pemilihan umum, serta menjadi persaingan antara kelompok Republik yang konservatif dan Demokrat yang liberal.

Aksi penembakan yang dilakukan oleh perempuan juga jarang terjadi di AS. Kebanyakan pelakunya adalah lelaki.

Menurut laporan FBI, dari 160 insiden yang terjadi pada 2000 dan 2013, termasuk aksi penembakan di tempat umum, hanya enam orang atau sekitar 3.8 persen dari total pelaku merupakan wanita.

Bertepatan dengan kejadian ini, AS baru saja memperingati 20 tahun terjadinya Tragedi Columbine. Pada 20 April 1999, dua orang siswa berusia 17 dan 18 tahun menembaki pelajar lainnya di SMU Columbine. Akibat perbuatan mereka, 12 teman sekelasnya beserta seorang guru meninggal.
Selain itu, Presiden Donald Trump juga turut bersimpati atas terjadinya insiden tersebut.

"Bangsa kita turut berduka atas kekerasan yang merenggut nyawa anak muda yang berharga dan melukai orang lain di Colorado," cuit Presiden Trump. (ajw/ayp)