Hitung Cepat Pemilu Afsel, Ramaphosa Diprediksi Menang Lagi

CNN Indonesia | Kamis, 09/05/2019 12:31 WIB
Hitung Cepat Pemilu Afsel, Ramaphosa Diprediksi Menang Lagi Presiden Cyril Ramaphosa diprediksi mempertahankan posisi sebagai pemimpin Afrika Selatan setelah hasil hitung cepat pemilu menunjukkan keunggulan partainya. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Cyril Ramaphosa diprediksi tetap mempertahankan posisinya sebagai pemimpin Afrika Selatan setelah hasil hitung cepat pemilihan umum menunjukkan keunggulan partainya, Kongres Nasional Afrika (ANC).

Reuters melaporkan bahwa setelah tempat pemungutan suara ditutup pada Rabu (8/5) sore, lebih dari 1,3 juta dari 26,8 juta surat suara sudah diproses.
Berdasarkan hasil hitung cepat sementara, ANC masih memegang 53 persen suara, disusul partai oposisi utama, Aliansi Demokratik (DA) dengan 28 persen, dan partai Pejuang Kebebasan Ekonomi (EFF) dengan tujuh persen suara.

Namun, lembaga-lembaga survei Afsel menekankan bahwa hasil ini masih sangat rentan karena suara yang masuk belum menggambarkan keseluruhan hasil. Gambaran menyeluruh diperkirakan baru dapat dilihat pada akhir pekan ini.


Dalam pemilu Afsel, ada 400 kursi parlemen yang diperebutkan. Partai yang merebut mayoritas kursi dapat menunjuk presiden.
ANC biasanya merengkuh suara paling banyak. Namun, popularitas ANC sedang merosot karena penurunan kepercayaan rakyat atas kemampuan mereka untuk membawa Afsel keluar dari kemiskinan.

ANC mendapatkan hasil terbaik pemilu parlemen pada 2004 lalu, di bawah pimpinan mantan presiden Thabo Mbeki. Saat itu, mereka berhasil memenangkan 69 persen suara.

Dukungan terhadap ANC mulai merosot di masa kepemimpinan Jacob Zuma. Mereka kehilangan kendali atas kota-kota besar, seperti Johannesburg, dalam pemilu 2016 lalu.
Ramaphosa sendiri baru menjadi pemimpin ANC pada Desember 2017, setelah mengalahkan faksi yang bersekutu dengan Zuma. Ia berjanji akan memperbaiki layanan publik, menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan, dan memerangi korupsi.

Namun, ia masih harus menghadapi perlawanan dari dalam tubuh partainya sendiri, di mana para pendukung Zuma terus ingin mempertahankan pengaruh dan menentang agenda-agenda Ramaphosa. (has/has)