"Di pos komando, Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un, mengetahui rencana latihan serangan jarak jauh dan memerintahkan latihan itu untuk dimulai," demikian bunyi laporan KCNA.
Uji coba pada Kamis (9/5) itu merupakan yang kedua dalam kurun waktu kurang dari seminggu. Aksi ini dilakukan di tengah ketegangan Korut dan AS karena kemandekan perundingan denuklirisasi.
Ini juga merupakan uji coba pertama setelah Trump dan Kim bertemu untuk pertama kalinya pada pertengahan tahun lalu.
Lihat juga:Korut Dilaporkan Kembali Uji Coba Proyektil |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam konferensi pers setelah pertemuan di Hanoi tersebut, Trump membeberkan bahwa AS sebenarnya sudah menyiapkan satu dokumen kesepakatan yang dapat ditandatangani usai konferensi tingkat tinggi dengan Kim.
[Gambas:Video CNN]
Menurut Trump, Kim menawarkan menutup sejumlah situs peluncuran rudal dan kompleks nuklir dengan timbal balik AS mencabut sanksi atas Korut.
Sementara itu, Trump ingin Korut melucuti senjata nuklir secara keseluruhan, baru AS dapat mencabut sanksi atas negara pimpinan Kim tersebut.
Di akhir pertemuan, Trump memilih untuk tak meneken dokumen apa pun karena tidak mencapai kesepakatan mengenai denuklirisasi. (ajw/has)