Korban Tuntut Vatikan Rilis Nama Pastor Pelaku Pelecehan Seks

CNN Indonesia | Selasa, 14/05/2019 10:50 WIB
Korban Tuntut Vatikan Rilis Nama Pastor Pelaku Pelecehan Seks Ilustrasi. (Pixabay/Succo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lima warga Amerika Serikat korban pelecehan mengajukan tuntutan kepada Takhta Suci Vatikan untuk merilis daftar nama pastor yang melakukan kekerasan seksual.

"[Kami menuntut Vatikan] merilis identitas ribuan pelaku pelecehan yang diketahui oleh Vatikan yang mereka sembunyikan dalam kerahasiaan yang ketat," ujar kuasa hukum para korban, Jeff Anderson.

Gugatan tersebut akan secara resmi diumumkan pada Selasa (14/5) di pengadilan kota Santo Paul, Minnesota.
 
Tuntutan ini diajukan setelah Paus Fransiskus memutuskan bahwa setiap keuskupan Katolik harus membuat rencana untuk melaporkan kasus pelecehan.
Langkah ini awalnya diperkirakan akan mengungkap banyak kasus baru pelecehan baru. Namun, keputusan Paus Fransiskus itu justru tak memuaskan korban.


Korban menganggap aturan baru Paus itu tidak mencakup desakan pengakuan dari para pelaku ataupun memaksa keuskupan untuk memberi tahu pihak berwenang ketika ada laporan kasus.
 
Vatikan saat ini sedang berjuang mengatasi serangkaian kekerasan seksual yang dilakukan oleh para pastor, khususnya terhadap anak di bawah umur.
 
Para pakar menginformasikan bahwa pada tahun 2012, jumlah anak di bawah umur di AS yang mengalami pelecehan hampir mendekati 100,000 orang.
 
Penyelidikan oleh juri utama terhadap keuskupan di Pennysylvania pada tahun 2018 lalu juga sempat menyoroti pelecehan seksual yang secara sistematis ditutupi oleh Gereja.

"Lebih dari tiga ratus pastor predator" dengan lebih dari 1.000 korban anak-anak berhasil ditutupi kasusnya.
 
Sejak tahun 1950 dan 2013, Gereja Katolik AS telah menerima sekitar 17 ribu aduan terkait kasus pelecehan seksual yang terjadi tahun 1950 hingga 1980. Kasus-kasus tersebut melibatkan setidaknya 6.400 pemuka agama.
 
[Gambas:Video CNN]

Beberapa anggota gereja senior di AS juga telah dipaksa untuk mengundurkan diri karena melindungi para pastor paedofil, termasuk di antaranya mendiang Kardinal Bernard Law.

Kejahatan seksual di lingkungan Gereja Katolik semacam ini mulai menjadi perhatian pada 2002, ketika para uskup di wilayah Boston ditemukan terus berpindah gereja untuk menutupi skandal pelecehan terhadap anak yang mereka lakukan. 

Kisah ini diungkap dalam film Spotlight yang memenangkan kategori Film Terbaik dalam ajang penghargaan Academy Awards 2016. (ajw/has)