Pemberontak Houthi di Yaman Klaim Serang Objek Vital Saudi

CNN Indonesia | Selasa, 14/05/2019 19:16 WIB
Pemberontak Houthi di Yaman Klaim Serang Objek Vital Saudi Ilustrasi pemberontak Houthi di Yaman. (Reuters/Khaled Abdullah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kelompok pemberontak Houthi di Yaman mengklaim telah meluncurkan serangan udara menggunakan pesawat nirawak (drone) terhadap objek vital Arab Saudi. Hal itu diungkap oleh stasiun televisi Al Masirah TV yang menjadi corong Houthi selama ini, Selasa (14/5).

"Tujuh drone dikerahkan untuk menyerang basis instalasi vital Saudi," bunyi laporan Masirah TV.

Meski begitu, media tersebut tidak menjelaskan secara detail mengenai waktu dan serangan tersebut.


Namun, melalui akun Twitternya, Al Masirah TV menyatakan operasi militer ini dilakukan sebagai respons atas agresi dan blokade yang terus dilakukan Saudi.
"Kami siap melakukan serangan lebih keras dan unik lagi," bunyi kutipan kicauan Al Masirah itu.

Pernyataan itu dikutip Al Masirah TV dari seorang pejabat yang tak disebutkan identitasnya.

Dilansir Reuters, sejauh ini Arab Saudi belum merespons laporan Houthi tersebut.

Jika benar, serangan ini terjadi sehari setelah Riyadh memaparkan dua kapal tankernya disabotase hingga mengalami kerusakan di perairan dekat Uni Emirat Arab pada akhir pekan lalu.

Namun, hingga kini otoritas Saudi belum menjelaskan secara rinci siapa pihak yang berada dibalik sabotase itu.
Sementara itu, Houthi selama ini memang telah berulang kali meluncurkan serangan drone dan rudal terhadap Saudi.

Saudi telah memimpin koalisi militer untuk berperang membantu pemerintah Yaman memberangus Houthi sejak 2015 lalu. Selain Saudi, Uni Emirat Arab dan sejumlah negara lainnya juga tergabung dalam koalisi tersebut.

Sementara itu, kelompok Houthi selama ini disebut-sebut mendapat dukungan Iran dalam perang sipil tersebut. Namun, Houthi membantah tudingan tersebut.

Arab Saudi bersama Uni Emirat Arab dan sejumlah negara lainnya telah berperang di Yaman sejak Maret 2015 untuk membantu pemerintah setempat mengusir pemberontak Houthi.

Sejak melakukan perlawanan, Houthi mengendalikan sebagian besar wilayah di utara Yaman, termasuk Ibu Kota Sanaa.

[Gambas:Video CNN]

Perang terus menghancurkan infrastruktur Yaman dan menyebabkan sebagian besar penduduknya menderita kelaparan dan terjangkit wabah kolera.

Hingga akhir 2018, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat 56 ribu orang tewas dalam perang sipil di Yaman tersebut.

Konflik Yaman disebut sebagai perang proxy antara Saudi dan Iran yang merupakan musuh bebuyutannya di kawasan Teluk. (rds/ayp)