Puluhan Warga Malaysia yang Terjebak di Suriah Ingin Pulang

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 19/05/2019 11:24 WIB
Puluhan Warga Malaysia yang Terjebak di Suriah Ingin Pulang Ilustrasi warga Malaysia di Suriah yang ingin pulang ke rumah. (Bulent KILIC / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM) menuturkan masih ada sekitar 65 warganya yang terjebak di Suriah. Mereka diduga pergi ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok teroris ISIS.

Kepala Divisi Anti-Terorisme Cabang Khusus Bukit Aman, Ayob Khan, mengatakan 39 orang di antara mereka telah meminta dipulangkan kepada keluarganya. Sebagian bahkan sudah mengontak langsung polisi.

"Jumlahnya terus bertambah. Kontak terbaru kita dengan mereka adalah ketika bulan puasa ini," ucap Ayob dalam jumpa pers di Hotel Seri Pacific, Kuala Lumpur, Sabtu (18/5).


Ayob mengatakan dari 39 warganya yang ingin pulang, sebagian besar adalah wanita dan anak-anak yang saat ini berada di kamp penampungan Al-Houl.


"Ada 11 perempuan dewasa, 12 anak laki-laki dan anak perempuan. Sementara itu, 9 orang pria telah ditangkap di penjara Al-Hasakah dan satu orang lainnya di penjara di Idlib," kata Ayob seperti dikutip The Strait Times.

Ayob mengatakan polisi terus berupaya membawa puluhan warganya itu kembali ke Negeri Jiran. Namun, proses pemulangan, paparnya, memakan waktu cukup panjang lantaran melibatkan sejumlah lembaga lainnya.

Ayob menjelaskan puluhan orang itu akan diinterogasi dan diberikan konseling terlebih dahulu sesampainya di Malaysia.

"Para lelaki akan ditahan dan diinterogasi. Sementara itu, perempuan dan anak-anak, tergantung pada kasus mereka karena (sebagian besar dari) mereka ikut suami (atau keluarga) mereka," ujar Ayob.


Ayob menuturkan puluhan terduga pendukung ISIS itu akan mendapat bimbingan selama proses interogasi. Dia mengungkapkan  konselor, psikolog, dan ustadz yang akan memberikan bimbingan dan mengevaluasi para terduga teroris sehingga mereka 'tidak akan terlibat dalam kegiatan terorisme lagi'.

Jumpa pers itu dilakukan Ayob setelah menghadiri acara buka puasa bersama dengan 122 mantan militan dan tahanan. Acara tersebut rutin digelar kepolisian setiap tahun sejak 2003 lalu.

Menurut Ayob, acara tersebut adalah bagian dari upaya kepolisian Malaysia menjaga hubungan dekat dengan masing-masing mantan tahanan.

"Kami mengunjungi mereka secara rutin dan mereka dapat menghubungi kami jika mereka menghadapi masalah, baik secara finansial maupun dalam pekerjaan. Kami akan mencoba membantu mereka," katanya.


"Tujuannya adalah memastikan mereka tidak jatuh akibat kesalahan mereka dan terisolasi," lanjutnya.

Ayob mengklaim pendekatan ini juga berhasil mencegah para mantan teroris dan militan kembali ke jalan yang salah.

"Kami memiliki 239 tahanan yang terkait dengan kelompok teroris Jemaah Islamiyah. Berkat program kami dan upaya kami mencari mereka, hanya tujuh dari ratusan eks tahanan itu yang kembali bergabung dengan kelompok ekstremis," ujarnya. (rds/rea)