Pakistan Uji Coba Rudal Usai Mengaku Ingin Damai dengan India

CNN Indonesia | Kamis, 23/05/2019 16:22 WIB
Pakistan Uji Coba Rudal Usai Mengaku Ingin Damai dengan India Pakistan dilaporkan menguji coba rudalnya, Shaheen II, pada Kamis (23/5), sehari setelah Islamabad menyatakan ingin berdamai dengan India. (Inter Services Public Relations (ISPR)/Handout via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pakistan dilaporkan menguji coba rudalnya, Shaheen II, pada Kamis (23/5), sehari setelah Islamabad menyatakan ingin berdamai dengan India.

Dalam pernyataannya, militer Pakistan menuturkan Shaheen II merupakan peluru kendali jenis surface-to-surface (SSM) yang mampu membawa senjata konvensional hingga nuklir jarak 2.414 kilometer.

"Shaheen II adalah rudal berkemampuan tinggi yang sangat memenuhi kebutuhan strategis Pakistan dalam menjaga kapabilitas pertahanan negara di kawasan," bunyi pernyataan militer Pakistan seperti dikutip Reuters.


Sehari sebelumnya, Menteri Luar Negeri Pakistan, Shah Mehmud Qureshi, menyatakan negaranya ingin hidup bertetangga dengan damai bersama India.
Hal itu diucapkan Qureshi saat bertemu dengan Menlu India, Sushma Swaraj, di sela Organisasi Kerja Sama Shanghai di Bishkek, Kirgistan, pada Rabu (22/5).

"Kami tidak pernah berbicara dengan pahit. Kami ingin hidup bertetangga dengan baik dan menyelesaikan masalah kami yang luar biasa melalui pembicaraan," kata Qureshi usai pertemuan dilansir AFP.

Pernyataan Qureshi itu muncul setelah ketegangan antara India-Pakistan sempat memanas pada Februari lalu. New Delhi dan Islamabad sempat terlibat konflik militer di perbatasan Kashmir, wilayah yang telah lama menjadi sengketa kedua negara.

[Gambas:Video CNN]

Bentrokan militer antara Pakistan dan India terus memanas sejak bom bunuh diri menerjang konvoi personel India di wilayah Kashmir pada 14 Februari lalu. 

New Delhi menyalahkan Islamabad atas insiden yang menewaskan sedikitnya 40 personel militernya itu. Sejak itu, kedua negara saling menembak jatuh pesawat militer di Kashmir hingga memicu penangguhan penerbangan komersial lantaran alasan keamanan.

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan berulang kali menawarkan dialog dengan India untuk menyelesaikan isu Kashmir. Pejabat Pakistan berharap proses dialog itu bisa dimulai setelah India merampungkan pemilu. (rds/has)