"Saya tidak bisa menyarankan orang Yahudi untuk mengenakan kippah di mana-mana sepanjang waktu di Jerman," kata dia dalam sebuah wawancara, dikutip dari AFP, Sabtu (25/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Internet dan media sosial telah berkontribusi besar dalam hal ini, tetapi begitu juga serangan terus-menerus terhadap budaya mengingat."
Saat politikus kanan-jauh disalahkan dalam peningkatan kasus anti-semitisme, Klein juga menyebut ada pemicu dari beberapa Muslim yang terpengaruh oleh tontonan dari televisi tertentu "yang menyiarkan citra mengerikan Israel dan Yahudi".
Komentarnya datang hanya beberapa minggu setelah pakar hukum tentang anti-semitisme di Berlin mengatakan bahwa masalah itu tetap mengakar di masyarakat Jerman.
"Anti-Semitisme selalu ada di sini. Tetapi saya berpikir bahwa baru-baru ini, ia kembali menjadi lebih keras, lebih agresif dan mencolok," kata Claudia Vanoni kepada AFP.
Menurut data kementerian dalam negeri, kejahatan anti-Semit meningkat 20 persen di Jerman tahun lalu.
Vanoni juga mengatakan bahwa peningkatan penggunaan platform online memungkinkan orang untuk mengekspresikan pandangan ekstremnya tanpa hambatan.
Selain itu, kehadiran partai kanan-jauh AfD di parlemen, yang para pemimpinnya secara terbuka mempertanyakan penebusan Jerman atas kekejamannya pada Perang Dunia II, juga dinilai berkontribusi pada perubahan pandangan itu.
[Gambas:Video CNN] (arh)