Militer Sri Lanka Tangkap 100 Terduga Jejaring Teroris

CNN Indonesia | Senin, 27/05/2019 09:45 WIB
Militer Sri Lanka Tangkap 100 Terduga Jejaring Teroris Ilustrasi militer Sri Lanka. (REUTERS/Dinuka Liyanawatte)
Jakarta, CNN Indonesia -- Angkatan bersenjata Sri Lanka menyatakan pada Minggu (26/5) berhasil membekuk 100 terduga teroris, yang diduga terlibat dalam jejaring pelaku teror bom pada 21 April lalu. Mereka ditangkap dalam operasi kontra terorisme yang digelar selama empat hari.

Seperti dilansir AFP, Senin (27/5), operasi itu digelar sejak Kamis pekan lalu dengan melibatkan 3000 serdadu. Mereka disebar di sekitar ibu kota Kolombo dan kota lain untuk mencari jejaring kelompok teror.
Razia itu juga digelar di Provinsi Barat Laut, yang sempat dilanda kerusuhan anti-Muslim selepas teror bom. Dalam kerusuhan itu satu orang meninggal serta beberapa masjid dirusak dan menyebabkan sejumlah rumah dan toko milik umat Muslim tutup.


Dalam tiga hari pertama, tentara menangkap 87 orang terduga teroris. Mereka lantas diserahkan kepada polisi untuk diinterogasi.


"Sekarang jumlah terduga teroris yang ditangkap sudah sekitar 100 orang," kata seorang sumber aparat keamanan.
Akan tetapi, menurut sumber itu, tidak seluruhnya yang ditangkap terkait dengan tindak terorisme. Sebagian karena mereka menyimpan narkoba dan senjata api ilegal.

Sebagian lagi dibekuk karena menyimpan video dan materi ceramah kelompok Jemaah Tauhid Nasional (NTJ), yang diduga bertanggung jawab dalam aksi teror bom itu.

Presiden Maithripala Sirisena menyatakan memperpanjang status darurat negara selama 30 mendatang. Dia mengklaim hal itu untuk menjamin keamanan penduduk, karena situasi dianggap masih rawan selepas aksi teror bom yang menewaskan 258 orang dan melukai sekitar 500 orang.

[Gambas:Video CNN] (ayp/ayp)