Penikaman Massal di Jepang, Dua Orang Diduga Tewas

CNN Indonesia | Selasa, 28/05/2019 08:13 WIB
Penikaman Massal di Jepang, Dua Orang Diduga Tewas Ilustrasi. (Istockphoto/CiprianNasalean)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setidaknya dua orang diduga tewas dalam penikaman massal di Kawasaki, Jepang, yang juga melukai 19 orang lainnya pada Selasa (28/5).

"Satu pria dan satu anak perempuan tak menunjukkan tanda-tanda vital," ujar seorang petugas dari departemen pemadam kebakaran Jepang, Yuji Sekizawa, kepada AFP.
Istilah "tak menunjukkan tanda-tanda vital" biasa digunakan oleh aparat untuk menyatakan bahwa seseorang sudah tewas, tapi belum ada pernyataan resmi dari petugas medis profesional.

Juru bicara departemen pemadam kebakaran Kawasaki, Keiichi Hayakawa, juga mengonfirmasi bahwa ada korban dalam kondisi kritis di antara belasan orang terluka.


"Jumlah orang yang terluka sekarang 19, termasuk satu yang terluka serius dan menunjukkan tidak ada tanda-tanda vital," ujar Keiichi.
Seorang juru bicara departemen pemadam kebakaran lainnya, Dai Nagase, mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan laporan mengenai penikaman ini pada pagi hari.

"Kami menerima panggilan darurat pukul 7.44, yang mengatakan bahwa empat siswa sekolah dasar ditikam. Seorang pria menikam mereka," ucapnya.

Kepolisian menyatakan bahwa pria pelaku penikaman itu sudah ditahan. Menurut laporan lembaga penyiaran publik Jepang, NHK, pria itu juga menikam dirinya sendiri hingga menyebabkan luka serius.
NHK melaporkan bahwa dua pisau terlihat di lokasi kejadian, tapi belum ada konfirmasi resmi dari aparat.

Serangan ini terjadi di sebuah taman yang tak jauh dari stasiun kereta lokal. Media lokal melaporkan bahwa saat serangan terjadi, stasiun itu sedang ramai orang yang akan berangkat ke kantor dan sekolah. (has/has)