Sebelum Mundur, PM May Harap Brexit Tetap Dengan Kesepakatan

CNN Indonesia | Rabu, 29/05/2019 17:51 WIB
Sebelum Mundur, PM May Harap Brexit Tetap Dengan Kesepakatan Perdana Menteri Inggris, Theresa May. (Reuters/Richard Pohle/Pool)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Inggris, Theresa May, kembali memohon supaya penggantinya akan memutuskan pengunduran diri dari keanggotaan Uni Eropa (Brexit) dengan kesepakatan pada 31 Oktober mendatang. Sebab, May menyatakan akan mundur dari jabatannya pada 7 Juni mendatang karena gagal dalam perundingan dengan Partai Buruh yang menjadi oposisi.

"Saya pikir jalan terbaik untuk hal itu (Brexit) adalah keluar dengan kesepakatan tapi keputusan ada di tangan penerus saya dan parlemen untuk mencari jalan sesuai konsensus," kata May di Brussel, seperti dilansir AFP, Rabu (29/5).
Setelah May menyatakan akan mengundurkan diri, kini Inggris berpeluang besar akan keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan. Sebab mayoritas di parlemen sejak awal menolak ide yang diajukan May.

Akan tetapi, mantan menteri luar negeri yang juga politikus Partai Konservatif, Boris Johnson, mengimbau supaya proses Brexit harus dengan kesepakatan. Karena jika tidak maka akan berdampak negatif bagi semua pihak.


Pendapat yang sama juga diutarakan oleh politikus Inggris pro Brexit, Nigel Farage, yang lolos dalam pemilihan Eropa. May juga berharap kedua kubu yang saling berbeda pandangan soal Brexit di Partai Konservatif bisa bersepakat soal itu.
"Mereka harus mencari cara untuk mempertahankan pandangan kedua kubu untuk masalah ini, dan untuk meraih suara mayoritas di Parlemen memerlukan kompromi," ujar May.

Saat ini malah sejumlah calon pengganti May malah mengusulkan perundingan ulang kesepakatan Brexit dengan Uni Eropa. Namun, hal itu ditolak oleh Uni Eropa.

"Saya rasa sudah jelas tidak akan ada renegosiasi," kata Presiden Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker.

[Gambas:Video CNN] (ayp/ayp)