Rakyat Brasil Demo Lagi Tolak Anggaran Pendidikan Disunat

CNN Indonesia | Jumat, 31/05/2019 17:18 WIB
Rakyat Brasil Demo Lagi Tolak Anggaran Pendidikan Disunat Unjuk rasa menentang pemangkasan anggaran pendidikan di Brasil. (REUTERS/Adriano Machado)
Jakarta, CNN Indonesia -- Puluhan ribu penduduk kembali melakukan demonstrasi di beberapa kota di Brasil pada Kamis (30/5) kemarin. Aspirasi yang mereka usung masih sama yakni menolak kebijakan Presiden Jair Bolsonaro yang hendak memotong anggaran pendidikan sebesar 30 persen.

Bolsonaro diperkirakan akan memangkas anggaran pendidikan sebesar sekitar Rp5,7 triliun. Hal ini sontak memancing penolakan para akademisi, pelajar serta mahasiswa.
Kebijakan tersebut juga berakibat pada penundaan beasiswa pasca sarjana bagi sejumlah siswa jurusan sains dan kemanusiaan.

Aksi demonstrasi pada Kamis kemarin menjadi yang kedua sejak terjadinya demonstrasi nasional pertama pada 15 Mei lalu. Demonstrasi ini terjadi setelah ribuan pengunjuk rasa pro Bolsonaro sempat memenuhi kota-kota di Brasil pada Minggu (26/5). Mereka memberikan dukungan bagi Bolsonaro yang popularitasnya anjlok selama lima bulan pertama memerintah.


Demonstrasi tersebut diawali di Ibu Kota Brasilia sejak pagi hari hingga akhirnya menyebar ke 100 blok kota lainnya.

"Pesan utamanya adalah 30 persen pemotongan anggaran pendidikan itu tidak jelas dan menghambat pendidikan tinggi di negara ini," ujar Lina Vilela, seorang guru di Brasilia.
Dalam aksi unjuk rasa terlihat para demonstran memegang poster bertuliskan "Buku dan pensil kami adalah senjata kami." Sejumlah pengunjuk rasa di Rio de Janeiro juga membawa papan tanda yang menggambarkan Bolsonaro sebagai "musuh pendidikan."

Salah seorang demonstran, Karina Afonseca mengatakan bahwa ia hendak melawan "kemunduran intelektual" yang mungkin terjadi karena tindakan Bolsonaro.

Sementara, Menteri Pendidikan Brasil mengingatkan bahwa para guru, siswa, dan orang tua tidak diizinkan melakukan aksi unjuk rasa selama jam sekolah berlangsung. Namun, Isadora Duarte yang adalah seorang mahasiswa di Brasil menentang peringatan tersebut.

Menurutnya, aksi protes merupakan satu-satunya cara untuk menunjukkan tidak setuju dengan rencana pemerintah.

"Kami ada di negara demokrasi, kami berhak untuk tidak setuju," kata Duarte.
Protes lainnya juga datang dari Joao Vitor Menezes yang sedang mencari pekerjaan di Brasil.

"Saya baru saja selesai wawancara pekerjaan dan saya datang untuk bilang: pengangguran sangat tinggi, kami tidak memiliki cara lain untuk keluar dan berjuang demi mimpi kami. Memotong anggaran pendidikan tidak akan mengubah situasi yang ada," tegasnya.

Para demonstran meminta Kongres untuk segera menyetujui perbaikan jaminan pensiun dari pemerintah yang sempat terhenti. Hal ini dianggap sebagai kunci reformasi yang akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi. (ajw/ayp)