Mal di Brasil Gelar Pameran Anak untuk Diadopsi

CNN Indonesia | Jumat, 24/05/2019 15:55 WIB
Mal di Brasil Gelar Pameran Anak untuk Diadopsi Ilustrasi. (Istockphoto/nilimage)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah pusat perbelanjaan di Brasil menggelar parade untuk memamerkan anak-anak yang siap diadopsi, menuai kecaman dari berbagai pihak.

Komisi Asosiasi Anak dan Pemuda Brasil (CYC) dan Asosiasi Peneliti dan Pendukung Adopsi (AMPARA) menggelar acara ini di salah satu mal di Pantanal, Cuiaba, Selasa (21/5).
 
Bertajuk "Adopsi di Catwalk", acara ini bermaksud untuk memberi informasi kepada masyarakat terkait anak-anak dan remaja yang siap untuk diadopsi.
 
"Masyarakat bisa mendapat informasi lebih banyak terkait adopsi dan anak-anak itu sendiri akan memiliki hari istimewa di mana mereka akan akan diadopsi melalui parade tersebut," ujar Tatiane de Barros Ramalho selaku presiden CYC.
Berita tentang penyelenggaraan parade ini memancing amarah warganet. Banyak dari mereka mengkritik dan membandingkan pergelaran ini dengan acara pelelangan hewan atau budak.
 
"Menjual hewan atau budak?" tulis Juarez Ternus.

Akun lain juga menuliskan, "Memalukan... ini seperti pameran anak-anak dalam bentuk pasar ternak."
Pihak penyelenggara kemudian menegaskan bahwa tidak ada anak yang dipaksa mengikuti parade. Mereka menjelaskan bahwa anak-anak yang ikut serta didampingi oleh orang tua asuh paruh waktu.


"Pihak OAB-MT dan AMPARA membantah segala jenis pemutarbalikkan fakta yang menghubungkannya dengan sejarah kelam Brasil," tulis Asosiasi Bar Brasil Mato Grosso (OAB-MT).
 
Perdagangan budak memang sempat menjadi bagian dari sejarah Brasil, apalagi ketika negara ini dijajah oleh bangsa Portugal.
Di tengah kisruh ini, tak sedikit pula warganet yang membela dan mendukung pihak AMPARA selaku penyelenggara parade, apalagi mengingat ada 9.500 anak di Brasil sedang menunggu diadopsi.
 
"Parade ini bertanggung jawab untuk mengubah hidup banyak anak laki-laki dan perempuan," tulis Julio Resende di laman Facebook-nya.
 
Seorang warganet lainnya, Tulio Dualibi Souza, juga menuliskan, "Saya tidak melihat acara ini menghasilkan lebih banyak kerugian daripada kebaikan bagi anak-anak yang sedang mencari keluarga." (ajw/has)