"Laporan di sejumlah media bahwa Turki mempertimbangkan menunda penerimaan S-400 atas permintaan Amerika Serikat sama sekali tak sesuai dengan kenyataan," ujar Menteri Pertahanan India, Hulusi Akar, Jumat (31/5).
Kabar mengenai pertimbangan penundaan ini merebak pada pertengahan Mei lalu. Saat itu, seorang sumber mengatakan kepada Reuters bahwa Turki mempertimbangkan penundaan ini setelah AS melayangkan permintaan resmi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pejabat AS menganggap pembelian sistem pertahanan rudal ini "sangat problematik" karena dapat berdampak pada program kerja sama kedua negara.
AS dan negara-negara anggota NATO khawatir sistem radar dalam S-400 dapat melacak jet F-35 sehingga nantinya akan sulit menghindari senjata Rusia.
[Gambas:Video CNN]
Ankara sendiri sudah mendesak AS untuk membentuk kelompok kerja yang bertugas meneliti risiko bahaya S-400 pada F-35. Namun, AS menolak pembentukan pokja tersebut.
Selisih pendapat ini merupakan perseteruan teranyar antara AS dn Turki. Sebelumnya, kedua negara sudah beberapa kali bersitegang.
Sejumlah isu yang sempat memanaskan hubungan kedua negara adalah permintaan ekstradisi Fethullah Gulen dari AS, perbedaan kebijakan di Timur Tengah, hingga sanksi atas Iran. (has)