Trump Temui Ratu Elizabeth II di Istana Buckingham

CNN Indonesia | Selasa, 04/06/2019 04:20 WIB
Trump Temui Ratu Elizabeth II di Istana Buckingham Presiden AS, Donald Trump melakukan kunjungan ke Istana Buckingham, Senin (3/6). (Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bertemu dengan Ratu Elizabeth II di Istana Buckingham, Senin (3/6). Dalam pertemuan itu, Trump didampingi istrinya, Melania Trump. Sementara Ratu Elizabeth II didampingi Pangeran Charles.

Melansir Channel News Asia, Trump disambut salam hormat berupa 41 tembakan pistol kerajaan di halaman Istana Buckingham. Ratu Elizabeth II dan Pangeran Charles kemudian bersalaman dengan Trump dan Melania.

Tak lama berselang, lagu kebangsaan kedua negara dimainkan. Setelah itu, Ratu Elizabeth II mempersilakan tamunya ke dalam istana untuk perjamuan makan siang hingga makan malam.


Tepat sebelum pertemuan antara Trump dan Ratu Elizabeth II berlangsung, orang nomor satu di AS itu baru saja membalas kritik yang dilontarkan Wali Kota London Sadiq Khan. Trump menyebut Khan sebagai 'pecundang' dan telah melakukan 'pekerjaan buruk'.


"Khan mengingatkan saya pada kebodohan dan tidak kompetennya Wali Kota New York (Bill) de Blasio, yang juga telah melakukan pekerjaan buruk. Pada kejadian apapun, saya mengharapkan menjadi teman sejati buat Inggris," tulis Trump dalan cuitan di Twitter pribadinya.

Sementara itu diketahui Khan sebelumnya menyebut Trump sebagai ancaman global. Hal ini disampaikannya melalui artikel pada surat kabar yang isinya mengomparasi Trump dengan diktaktor Eropa dari era 1930-1940.

"Donald Trump hanyalah salah satu contoh paling mengerikan dari ancaman global yang tengah berkembang," tulis Khan.


Di sisi lain, kunjungan Trump dilakukan saat Inggris masih berkutat soal keputusan Brexit. Meski begitu, AS dan Inggris memilih 'hubungan spesial', namun kini di bawah tekanan.

Ini terjadi lantaran ada perbedaan pendekatan antar kedua negara kepada Iran, penggunaan perusahaan asal China untuk pembangunan jaringan 5G, perubahan iklim, hingga arah politik personal Trump.

Di luar istana, kunjungan Trump ke Inggris mendapat protes besar-besaran dari pengunjuk rasa. Mereka berencana menerbangkan balon 'bayi Trump' yang lebih besar dari yang pernah diterbangkan pada kunjungan Trump ke Inggris pada tahun lalu.

Bahkan, para pemimpin partai oposisi utama Inggris dan ketua parlemen berusaha memboikot perjamuan negara tersebut. Namun, beberapa pihak lainnya berharap pertemuan Trump dan Perdana Menteri Inggris Theresia May bisa menunjukkan manfaat besar dari pertemuan kedua pejabat di Downing Street pada Selasa (4/6).

(uli/ain)