"Kim Jong-un memberikan pernyataan bahwa Joe Biden adalah seorang dengan IQ rendah. Dia [Joe Biden] mungkin memang seperti itu dilihat dari rekam jejaknya. Saya pikir saya setuju dengannya terkait kritik itu," ujar Trump, Senin (27/5).
Trump pun dikritik karena dianggap lebih berpihak pada diktator asing daripada dengan ketimbang sesama orang Amerika.
"Mendukung diktator kejam daripada sekutu kita sendiri di wilayah ini? Ini tidak menunjukkan kekuatan Amerika: Masih ingin kesepakatan, Trump mendukung Kim Jong-un daripada Biden, Bolton, dan Jepang," kicau senator dari Partai Demokrat, Amy Klobuchar.
Sementara itu, pihak Biden beserta Komite Nasional Demokrat tidak memberikan tanggapan langsung terkait ucapan Trump tersebut.
Namun, salah satu calon presiden AS dari partai Demokrat, Pete Buttigieg, menganggap Trump sengaja melontarkan komentar kontroversial untuk menaikkan popularitasnya menjelang pemilu 2020.
"Ini hanyalah satu contoh lagi, cara presiden menarik perhatian dengan mengatakan hal-hal yang mengagetkan hati nurani," katanya.
Di sisi lain, keberpihakan Trump pada Kim diduga mengacu pada upaya AS membangun hubungan kuat dengan Korut agar negara tersebut bersedia melucuti senjata nuklirnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT