Mulai 2021, Kanada Tak Lagi Gunakan Plastik Sekali Pakai

AFP, CNN Indonesia | Selasa, 11/06/2019 16:21 WIB
Mulai 2021, Kanada Tak Lagi Gunakan Plastik Sekali Pakai Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, menyatakan bahwa Kanada akan mulai melarang penggunaan plastik sekali pakai mulai 2021. (REUTERS/Chris Wattie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kanada akan melarang penggunaan plastik sekali pakai mulai 2021 mendatang, demikian diumumkan oleh Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, yang mengatakan pengurangan plastik merupakan tantangan bagi seluruh negara di dunia.

"Saya sangat senang bisa mengumumkan bahwa paling lambat 2021 nanti, Kanada akan melarang penggunaan plastik satu kali pakai yang berbahaya," kata Trudeau, seperti dikutip dari AFP.

Trudeau juga menyatakan Kanada sebagai negara dengan garis pantai terpanjang di dunia punya peluang unik untuk memimpin perjuangan melawan polusi plastik.


Dia juga menyebut bahwa saat ini hanya kurang dari 10 persen plastik di Kanada bisa didaur ulang.
Setiap tahun, satu juta burung dan lebih dari 100 ribu mamalia laut di seluruh dunia terluka atau mati karena terjerat plastik, atau bahkan memakan plastik baik secara langsung maupun melalui rantai makanan.

Sekitar 70 persen sampah plastik yang memenuhi lautan adalah plastik sekali pakai.

Sedotan, kantung plastik, alat makan, piring, serta alat pengaduk minuman akan termasuk barang-barang yang dilarang digunakan Kanada, demikian pernyataan pemerintah.

Daftar barang-barang terlarang itu akan diperbarui kembali berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan antara saat ini dan 2021.

Trudeau mengatakan bahwa sangat sukar untuk menjelaskan masalah ini pada anak-anaknya sendiri.

"Bagaimana Anda bisa menjelaskan bahwa paus-paus yang mati di berbagai pantai di seluruh dunia perutnya penuh plastik," kata Trudeau.
Organisasi pegiat lingkungan hidup Greenpeace menyatakan bahwa pengumuman pemerintah itu merupakan "langkah pertama", tapi Kanada tetap membutuhkan langkah selanjutnya untuk memusnahkan penggunaan "plastik-plastik tidak esensial."

Greenpeace juga meminta pemerintah untuk segera mengambil langkah lanjutan "sehingga pengumuman ini tidak hanya berupa janji-janji kampanye sekali pakai."

Isu lingkungan hidup menjadi salah satu isu yang mengemuka jelang pemilihan umum legislatif pada Oktober nanti.

Musuh politik Trudeau yaitu pemimpin Partai Konservatif Andrew Scheer, menyebut kebijakan pemerintah itu sebagai "gestur yang tidak terencana baik, tanpa ada hal-hal spesifik tentang cara penerapan, atau penelitian tentang pengaruhnya pada konsumen, pada pekerjaan, atau bagaimana kebijakan ini mempengaruhi usaha-usaha kecil."

Jika ia memenangi pemilu ini, Scheer berjanji untuk menerapkan perlindungan lingkungan hidup.

[Gambas:Video CNN]

Trudeau mengatakan para produsen plastik -- seperti botol atau kemasan makanan -- harus bertanggung jawab atas keseluruhan siklus produk mereka.

Kanada, Perancis, Jerman, Inggris, dan Italia, bersama dengan Uni Eropa menyepakati perjanjian untuk mengurangi polusi lautan pada pertemuan G7 tahun lalu di Quebec.

Jepang dan Amerika Serikat tidak menandatangani perjanjian itu.

Kesepakatan itu meminta para negara partisipan serta Uni Eropa untuk pindah menggunakan plastik yang bisa digunakan kembali, atau yang bisa didaur ulang, paling lambat pada 2030.

Kini total 21 pemerintah telah menyepakati perjanjian itu, menurut Trudeau. UE juga pada tahun ini telah menggolkan kebijakan melarang produk yang terbuat dari plastik sekali pakai, mulai sejak 2021 nanti. (vws)