Polisi Swedia Tembak Lelaki Klaim Bawa Bom di Stasiun

CNN Indonesia | Selasa, 11/06/2019 16:56 WIB
Polisi Swedia Tembak Lelaki Klaim Bawa Bom di Stasiun Ilustrasi anggota kepolisian Swedia. (AFP PHOTO / Jonathan NACKSTRAND)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pihak kepolisian di Swedia menembak dan melukai seorang pria yang dilaporkan membawa bahan peledak serta senjata api sambil mengancam warga sekitar pada Senin (10/6). Insiden itu terjadi di stasiun pusat di Malmo, utara Swedia.

Pria itu ditembak di bagian kaki, sementara tidak ada laporan terkait korban terluka lainnya.
Alhasil, karena insiden itu stasiun di pusat kota Malmo langsung dievakuasi pihak kepolisian.

"Latar belakang dan alasan terjadinya insiden ini karena pria tersebut menunjukkan perilaku mengancam. Dia membawa dua buah tas yang diklaim berisi senjata api juga bahan peledak," jelas Per-Olof Soyseth selaku polisi yang bertugas.


Soyseth juga menambahkan sementara masih belum jelas apakah tas yang dibawa tersebut memang berisi bahan berbahaya atau tidak. Pihak kepolisian di TKP masih menyelidiki kasus yang mungkin bisa dikategorikan sebagai aksi terorisme.

Kepolisian juga menginformasikan bahwa pria yang identitasnya belum dipastikan itu akhirnya dirawat di rumah sakit dan tas yang ia bawa telah diserahkan kepada polisi penjinak bom.
Pria itu kemudian ditangkap secara resmi karena aksi pengancaman yang melanggar hukum. Polisi juga menemukan beberapa dokumen berisi identitas pelaku di dalam tas yang dibawanya.

Sejak insiden ini, kepolisian Swedia di Malmo terus memperketat penjagaan di tempat-tempat umum, di kota tepi pantai yang berpenduduk lebih dari 300 ribu orang.

Lalu lintas kereta api juga ditutup sementara karena penyelidikan yang masih berlangsung. (ajw/ayp)