Topan Vayu yang Bakal Terjang India Dilaporkan Berbelok Arah

CNN Indonesia | Kamis, 13/06/2019 19:56 WIB
Topan Vayu yang Bakal Terjang India Dilaporkan Berbelok Arah Ilustrasi cuaca buruk di India. (REUTERS/Stringer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Topan Vayu yang kemarin dilaporkan mengarah ke wilayah barat India kini telah berbelok arah, Kamis (13/6). Namun, angin dahsyat berkekuatan 160 kilometer per jam diperkirakan tetap akan menghantam kawasan pesisir India.

Seperti dilansir AFP, Topan Vayu merupakan badai siklon dahsyat yang sebelumnya bergerak ke barat laut dari Laut Arab yang berjarak sekitar 100 kilometer dari pantai negara bagian Gujarat. Vayu menjadi topan kedua yang terjadi di India tahun ini.
Badan Meteorologi India (IMD) sempat melaporkan topan tersebut "sangat mungkin" terus bergerak ke arah yang sama, tetapi masih mengitari kawasan pantai dengan kekuatan angin 135-145 kilometer per jam serta hembusan 160 kilometer per jam.

Ramalan cuaca memperkirakan topan tersebut akan menghantam wilayah Gujarat dengan kekuatan penuh.


Alhasil, pihak berwenang di Gujarat memutuskan untuk mengevakuasi lebih dari 285 ribu orang sebagai tindakan pencegahan. Beberapa sekolah juga ditutup sementara. Angkatan Udara, Laut, dan Pengawas pantai juga telah diperintahkan untuk melakukan penjagaan di kawasan pesisir bersama 36 tim lain dari Pasukan Tanggap Bencana Nasional.

Para pejabat setempat merasa khawatir akan adanya kerusakan besar yang terjadi pada rumah-rumah penduduk, hasil panen, saluran listrik, serta akses komunikasi.
Negara bagian Gujarat sendiri merupakan tempat beroperasinya Veraval, pusat ekspor industri perikanan India. Dua pelabuhan terbesar, Deendayal dan Adani, serta kilang minyak Jamnagar juga terletak di wilayah ini. Namun, semua aktivitas di pelabuhan di Gujarat telah berhenti beroperasi sejak Rabu (2/6) kemarin.

Perdana Menteri India, Narendra Modi, yang berasal dari Gujarat turut angkat bicara terkait peristiwa yang terjadi. Ia menginformasikan bahwa pemerintah pusat terus memantau keadaan dengan cermat.

"Mari berdoa bagi keselamatan dan kesejahteraan mereka yang terkena dampak Topan Vayu," cuit Modi di akun Twitternya.

Terjangan topan cukup jarang terjadi di Gujarat, tetapi badai ini sangat berbahaya dan dapat menghancurkan semua yang dilaluinya.

[Gambas:Video CNN]

Salah satu contoh bencana akibat topan terparah terjadi pada 1998 silam yang menewaskan lebih dari empat ribu jiwa.

Pada Mei lalu, Topan Fani disertai angin berkekuatan 200 kilometer per jam juga sempat menghantam wilayah India dan Bangladesh. Insiden itu menewaskan sekitar 80 orang dan merusak setengah juta rumah warga, memadamkan listrik, air, dan akses komunikasi wilayah setempat. (ajw/ayp)