"Ini adalah penilaian AS bahwa Iran bertanggung jawab atas serangan tersebut," ujar Pompeo kepada wartawan, melansir AFP.
Pompeo tak sembarangan menyebut Iran ada di balik serangan tersebut. Tuduhan itu dilontarkannya berdasarkan informasi intelijen, senjata yang digunakan, serta tingkat keahlian untuk melaksanakan operasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pompeo mengatakan bahwa sebelumnya, Iran 'berjanji' akan mengganggu pengiriman minyak dari Selat Hormuz. "Sekarang [Iran] melaksanakan janji itu," katanya.
Sebagai respons atas insiden tersebut, Pompeo memerintah utusan AS untuk PBB, Jonathan Cohen, untuk menyampaikan dugaan serangan dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB pada Kamis waktu setempat.
Insiden yang menyebabkan terbakarnya dua tanker di lepas pantai selatan Iran itu, lanjut Pompeo, merupakan bagian dari serangkaian serangan yang dihasut oleh Teheran.
Pompeo menduga, serangan tersebut dilancarkan Iran atas respons terhadap sanksi-sanksi yang diberikan AS dan dunia internasional. "Tapi mereka [Iran] tak punya hak untuk menyerang warga sipil tak berdosa," katanya.
Sebuah serangan menyasar dua buah kapal tanker di Teluk Oman pada Kamis (13/6). Dua kapal tanker yang terkena serangan adalah milik perusahaan Jepang dan Norwegia.
Lihat juga:Trump Buka Kemungkinan Berunding dengan Iran |
"Serangan yang dilaporkan terjadi saat PM Shinzo Abe bertemu dengan Ayatollah Ali Khamenei untuk perbincangan yang ramah," ujar Zarif dalam salah satu cuitannya, mengutip Reuters.
Eskalasi ketegangan antara kedua negara terus menajam sejak AS menarik diri dari kesepakatan nuklir pada 2018 lalu.
[Gambas:Video CNN] (asr/asr)