Menara Kuno Berusia 2.000 Tahun di Afghanistan Ambruk

Reuters, CNN Indonesia | Sabtu, 15/06/2019 14:12 WIB
Menara Kuno Berusia 2.000 Tahun di Afghanistan Ambruk Salah satu menara kuno di Kota Tua di Ghazni, foto diambil pada 2007. (Reuters/Ahmad Masood)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah menara kuno berusia sekitar 2.000 tahun di Ghazni, Afghanistan, ambruk pada awal minggu ini, menimbulkan kekhawatiran akan kelangsungan peninggalan sejarah di Afghanistan dan kemampuan negara itu untuk menjaganya.

Kota tua di Ghazni awalnya memiliki 36 menara, namun 14 di antaranya sudah ambruk karena cuaca, perang dan pembiaran.

Ghazni merupakan satu dari banyak situs sejarah di Afghanistan, yang berasal dari era Buddha sebelum Islam masuk.


Ghazni sendiri tahun lalu sempat hampir jatuh ke tangan Taliban dalam perempuran sengit yang memakan korban jiwa. Menurut warga lokal, menara ambruk pada Selasa (11/6) setelah hujan lebat. Namun menurut mereka, kelalaian pemerintah berkontribusi atas hancurnya menara-menara kuno di Ghazni.


"Pemerintah tidak memberi perhatian terhadap situs ini dan tidak membangun kanal untuk mengalihkan air akibat banjir," kata Ghulam Sakhi, yang tinggal di dekat benteng. "Kami telah memperingatkan pemerintah tentang kondisi mengerikan benteng tetapi tidak ada yang datang."

Mahbubullah Rahmani, direktur pelaksana budaya dan informasi Ghazni, mengatakan hujan lebat dan pertempuran baru-baru ini telah menyebabkan runtuhnya menara itu. Namun ia mengatakan pemerintah sedang mengerjakan rencana untuk melindungi situs tersebut dari kehancuran total.

Menurutnya, seorang arkeolog dari Jerman telah bekerja di situs tersebut pada 2013.


Ghazni memiliki posisi strategis karena berada di antara Kabul dan Afghanistan selatan, dan hanya berjarak dua jam perjalanan dari ibu kota. Kota ini menyimpan berbagai artefak budaya dan arkeologi, beberapa di antaranya berasal dari periode pra-Islam.

Provinsi dan warisan budayanya secara resmi dinyatakan sebagai Ibu Kota Budaya Islam Asia pada 2013 oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Islam, sebuah badan yang berbasis di Maroko dan didukung oleh UNESCO.

Runtuhnya menara di Ghazni memunculkan pula keprihatinan atas kondisi Menara Masjid Jam yang berusia 900 tahun di Ghor, yang telah masuk dalam Daftar Bahaya Warisan Dunia UNESCO sejak 2002.

Pada 2001, sebelum dijatuhkan oleh Amerika Serikat dan pasukan koalisi, Taliban meledakkan dua patung Buddha raksasa di Provinsi Bamiyan, karena menganggapnya berhala.

[Gambas:Video CNN] (stu)